Tahukah anda ada cara mudah mendapatkan cinta?
Sebelum anda ingin mendapatkan cinta ada baiknya anda lebih dulu mengenali cinta itu sendiri.bagaimana bentuk dan wujudnya atau apa yang anda harapkan dengan memiliki dan mendapatkannya.?
sepanjang sejarah manusia cinta selalu menjadi rahasia dan misteri. Orang bersedia berkorban apa saja demi cinta,baik itu harta maupun nyawa.Lalu bagaimana wujudmu wahai cinta.?....kenapa kamu ada.?....bagaimana kalau kamu tiada....?Apakah orang membunuh juga karena Cinta? apakah Orang korupsi juga karena cinta...? Jawabnya Ya pasti ...cinta ikut berperan dalam hal ini ....
cinta adalah HAM alias hak asasi manusia,hanya saja diantara banyaknya cinta yang hilir mudik banyak yang telah kehilangan makna cinta itu sendiri.cinta itu telah tekikis oleh egoisme dan nafsu belaka.Nilai-nilai luhur cinta makin lama makin menghilang seiring dengan....makin meosotnya moralitas manusia.....membunuh karena cinta,berperang karena cinta,korupsi karena cinta........capek deh...!
Selasa, 18 November 2008
Minggu, 16 November 2008
PEMILU DIANTARA NO URUT DAN SUARA TERBANYAK
NOMOR URUT DAN SUARA TERBANYAK
Kini para caleg banyak yang gundah akan nasib mereka dalam Pemilu legislatif yang akan digelar april tahun depan. Masalahnya adalah sebagian besar dari mereka banyak yang berbeda dalam hal penetapan calon terpilih .Ada yang setuju dengan suara terbanyak dan ada pula yang ingin tetap seperti dalam UU Pemilu yaitu berdasarkan suara terbanyak sebesar 30% plus Nomor urut.
NOmor urut
Bagi Caleg yang berada di no urut atas 1 tentu sangat menguntungkan sebab ia biasa disebut dengan nomor jadi,sebab ia akan mendapat suntikan suara dari bawah.Dan bagi yang dibawah bersiap-siaplah hanya akan jadi dongkarak bagi yg diatasnya.Bagi yang du nomor urut atas ia bisa saja bermalas malasan, sebab banyak suara akan datang dari mereka yang berada di nomor urut bawah.Disini Bisa mematikan kompetisi,sebab tidak mustahil yang diurutan bawah juga malas sebab merasa dimanfaatkan saja.
Suara Terbanyak
Kalau perhitungan didasari berdasarkan suara terbanyak itulah yang terbaik sebab bukankah yang mendapat suara terbanyak yang paling berhak dan didukung oleh yang lebih banyak.Seperti hal nya voting adalah memakai suara terbanyak.Para pemilih pun merasa tidak sia -sia ia mendukung seseorang.Jika suara yang ia berikan untuk A hendaknya tidak dicuri oleh B.Dan terjadi dinamika kompetisi yang lebih sehat dalam internal partai.Siapa yang bekerja dan didukung penuh oleh Konstituen itulah yang berhak .
Biasanya Aturan yang memakai suara terbanyak mendapat Tantangan dari para pengurus partai,sebab mereka tidak lagi berada diposisi NOmor jadi.Dan tidak sedikit dari mereka berbicara tentang jasa mereka didalam partai dll agar dapat tempat yg lebih tinggi.mestinya mereka tahu Pemilu ini masalah Bisnis kepercayaan terhadap partai dan kandidatnya yang kemudian dituangkan oleh pemilih(Voter)dalam bentuk pilihan suara,dan bukan karena jasa-jasa seseorang dalam partai.Mestinya JUga para petinggi partai politik membuktikan bahwa ia orang senior tentu sudah lama punya pendukung yang ia bina dan lebih tahu seluk beluk dalam mengumpulkan suara. ah lagi sibuk nanti kita sambung.......
Kini para caleg banyak yang gundah akan nasib mereka dalam Pemilu legislatif yang akan digelar april tahun depan. Masalahnya adalah sebagian besar dari mereka banyak yang berbeda dalam hal penetapan calon terpilih .Ada yang setuju dengan suara terbanyak dan ada pula yang ingin tetap seperti dalam UU Pemilu yaitu berdasarkan suara terbanyak sebesar 30% plus Nomor urut.
NOmor urut
Bagi Caleg yang berada di no urut atas 1 tentu sangat menguntungkan sebab ia biasa disebut dengan nomor jadi,sebab ia akan mendapat suntikan suara dari bawah.Dan bagi yang dibawah bersiap-siaplah hanya akan jadi dongkarak bagi yg diatasnya.Bagi yang du nomor urut atas ia bisa saja bermalas malasan, sebab banyak suara akan datang dari mereka yang berada di nomor urut bawah.Disini Bisa mematikan kompetisi,sebab tidak mustahil yang diurutan bawah juga malas sebab merasa dimanfaatkan saja.
Suara Terbanyak
Kalau perhitungan didasari berdasarkan suara terbanyak itulah yang terbaik sebab bukankah yang mendapat suara terbanyak yang paling berhak dan didukung oleh yang lebih banyak.Seperti hal nya voting adalah memakai suara terbanyak.Para pemilih pun merasa tidak sia -sia ia mendukung seseorang.Jika suara yang ia berikan untuk A hendaknya tidak dicuri oleh B.Dan terjadi dinamika kompetisi yang lebih sehat dalam internal partai.Siapa yang bekerja dan didukung penuh oleh Konstituen itulah yang berhak .
Biasanya Aturan yang memakai suara terbanyak mendapat Tantangan dari para pengurus partai,sebab mereka tidak lagi berada diposisi NOmor jadi.Dan tidak sedikit dari mereka berbicara tentang jasa mereka didalam partai dll agar dapat tempat yg lebih tinggi.mestinya mereka tahu Pemilu ini masalah Bisnis kepercayaan terhadap partai dan kandidatnya yang kemudian dituangkan oleh pemilih(Voter)dalam bentuk pilihan suara,dan bukan karena jasa-jasa seseorang dalam partai.Mestinya JUga para petinggi partai politik membuktikan bahwa ia orang senior tentu sudah lama punya pendukung yang ia bina dan lebih tahu seluk beluk dalam mengumpulkan suara. ah lagi sibuk nanti kita sambung.......
PEMILU 2009 DIANTARA NO URUT DAN SUARA TERBANYAK
NOMOR URUT DAN SUARA TERBANYAK
Kini para caleg banyak yang gundah akan nasib mereka dalam Pemilu legislatif yang akan digelar april tahun depan. Masalahnya adalah sebagian besar dari mereka banyak yang berbeda dalam hal penetapan calon terpilih .Ada yang setuju dengan suara terbanyak dan ada pula yang ingin tetap seperti dalam UU Pemilu yaitu berdasarkan suara terbanyak sebesar 30% plus Nomor urut.
NOmor urut
Bagi Caleg yang berada di no urut atas 1 tentu sangat menguntungkan sebab ia biasa disebut dengan nomor jadi,sebab ia akan mendapat suntikan suara dari bawah.Dan bagi yang dibawah bersiap-siaplah hanya akan jadi dongkarak bagi yg diatasnya.Bagi yang du nomor urut atas ia bisa saja bermalas malasan, sebab banyak suara akan datang dari mereka yang berada di nomor urut bawah.Disini Bisa mematikan kompetisi,sebab tidak mustahil yang diurutan bawah juga malas sebab merasa dimanfaatkan saja.
Suara Terbanyak
Kalau perhitungan didasari berdasarkan suara terbanyak itulah yang terbaik sebab bukankah yang mendapat suara terbanyak yang paling berhak dan didukung oleh yang lebih banyak.Seperti hal nya voting adalah memakai suara terbanyak.Para pemilih pun merasa tidak sia -sia ia mendukung seseorang.Jika suara yang ia berikan untuk A hendaknya tidak dicuri oleh B.Dan terjadi dinamika kompetisi yang lebih sehat dalam internal partai.Siapa yang bekerja dan didukung penuh oleh Konstituen itulah yang berhak .
Biasanya Aturan yang memakai suara terbanyak mendapat Tantangan dari para pengurus partai,sebab mereka tidak lagi berada diposisi NOmor jadi.Dan tidak sedikit dari mereka berbicara tentang jasa mereka didalam partai dll agar dapat tempat yg lebih tinggi.mestinya mereka tahu Pemilu ini masalah Bisnis kepercayaan terhadap partai dan kandidatnya yang kemudian dituangkan oleh pemilih(Voter)dalam bentuk pilihan suara,dan bukan karena jasa-jasa seseorang dalam partai.Mestinya JUga para petinggi partai politik membuktikan bahwa ia orang senior tentu sudah lama punya pendukung yang ia bina dan lebih tahu seluk beluk dalam mengumpulkan suara.
Untuk Partai Golkar Dan PAN memang udah jelas pakai suara terbanyak,sedangkan sebagian partai lain (secara internal)berusaha membuat perjanjian internal antar para Caleg lebih bersemangat.Diantaranya ada perjanjian suara terbanyak internal partai untuk wilayah pemilihan tertentu.Perjanjian ini ada yang tertulis ada juga hanya sebatas lisan.Namun yang jelas adanya ketidaksamaan pandangan antara pusat dan daerah dalam hal penentuan calon terpilih.Pada akhirnya ada akal-akalan yang nantinya akan berbuntut ribut,ricuh daN kacau... semuanya karena hawa nafsu akan kekuasaan.
Kini para caleg banyak yang gundah akan nasib mereka dalam Pemilu legislatif yang akan digelar april tahun depan. Masalahnya adalah sebagian besar dari mereka banyak yang berbeda dalam hal penetapan calon terpilih .Ada yang setuju dengan suara terbanyak dan ada pula yang ingin tetap seperti dalam UU Pemilu yaitu berdasarkan suara terbanyak sebesar 30% plus Nomor urut.
NOmor urut
Bagi Caleg yang berada di no urut atas 1 tentu sangat menguntungkan sebab ia biasa disebut dengan nomor jadi,sebab ia akan mendapat suntikan suara dari bawah.Dan bagi yang dibawah bersiap-siaplah hanya akan jadi dongkarak bagi yg diatasnya.Bagi yang du nomor urut atas ia bisa saja bermalas malasan, sebab banyak suara akan datang dari mereka yang berada di nomor urut bawah.Disini Bisa mematikan kompetisi,sebab tidak mustahil yang diurutan bawah juga malas sebab merasa dimanfaatkan saja.
Suara Terbanyak
Kalau perhitungan didasari berdasarkan suara terbanyak itulah yang terbaik sebab bukankah yang mendapat suara terbanyak yang paling berhak dan didukung oleh yang lebih banyak.Seperti hal nya voting adalah memakai suara terbanyak.Para pemilih pun merasa tidak sia -sia ia mendukung seseorang.Jika suara yang ia berikan untuk A hendaknya tidak dicuri oleh B.Dan terjadi dinamika kompetisi yang lebih sehat dalam internal partai.Siapa yang bekerja dan didukung penuh oleh Konstituen itulah yang berhak .
Biasanya Aturan yang memakai suara terbanyak mendapat Tantangan dari para pengurus partai,sebab mereka tidak lagi berada diposisi NOmor jadi.Dan tidak sedikit dari mereka berbicara tentang jasa mereka didalam partai dll agar dapat tempat yg lebih tinggi.mestinya mereka tahu Pemilu ini masalah Bisnis kepercayaan terhadap partai dan kandidatnya yang kemudian dituangkan oleh pemilih(Voter)dalam bentuk pilihan suara,dan bukan karena jasa-jasa seseorang dalam partai.Mestinya JUga para petinggi partai politik membuktikan bahwa ia orang senior tentu sudah lama punya pendukung yang ia bina dan lebih tahu seluk beluk dalam mengumpulkan suara.
Untuk Partai Golkar Dan PAN memang udah jelas pakai suara terbanyak,sedangkan sebagian partai lain (secara internal)berusaha membuat perjanjian internal antar para Caleg lebih bersemangat.Diantaranya ada perjanjian suara terbanyak internal partai untuk wilayah pemilihan tertentu.Perjanjian ini ada yang tertulis ada juga hanya sebatas lisan.Namun yang jelas adanya ketidaksamaan pandangan antara pusat dan daerah dalam hal penentuan calon terpilih.Pada akhirnya ada akal-akalan yang nantinya akan berbuntut ribut,ricuh daN kacau... semuanya karena hawa nafsu akan kekuasaan.
Kamis, 13 November 2008
Cucu-Cucu Kesayangan Rasulullah SAW
May 1, '08 4:42 AM
by Prabu for group freepalestina
1. Sayyidina Hassan
Sayyidina Hassan adalah cucu Rasulullah SAW dari puteri bungsu baginda yang paling disayanginya yaitu Siti Fatimah Az Zahra dan menantunya Sayyidina Ali, yang juga merupakan Sahabatnya yang sangat disayangi baginda.
Sayyidina Hassan lahir kira-kira sebulan sebelum Perang Uhud. Menurut ahli-ahli sejarah, tarikh lahirnya yang tepat ialah pada 15 Muharram. Namanya telah diberikan oleh baginda Rasulullah SAW sendiri. Nama ‘Hassan’ itu tidak pernah digunakan di Tanah Arab di zaman jahiliyah. Rasulullah SAW sangat gembira sekali dengan kelahiran Sayyidina Hassan.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Sayyidina Hassan adalah salah seorang penghuni Syurga dan seorang yang paling mirip wajahnya dengan baginda. Pernah baginda bersabda kepada Sayyidina Hassan sendiri:
“Engkau menyerupai aku baik tentang bentuk rupamu maupun tentang akhlak.”
Bahkan Sayyidina Ali sendiri pernah berkata:
“Hassan menyerupai Rasulullah dari dada sampai ke kepala. Tetapi Hussin menyerupai Rasulullah di bahagian-bahagian lainnya, dari dada sampai ke bawah.”
Pada suatu hari, Sayyidina Abu Bakar yang baru keluar dari masjid melihat Sayyidina Hassan yang masih kecil ketika itu. Sayyidina Abu Bakar segera mengejar mendapatkannya lalu memeluknya.
“Demi Allah, rupa engkau mirip sekali dengan Rasulullah dan lain sekali dari ayahmu, Ali.”
Mendengar kata-kata Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Hassan hanya tersenyum. Ayahnya, Sayyidina Ali yang berada di samping Sayyidina Abu Bakar, tertawa mendengar kata-katanya.
Rasulullah sangat sayang sekali terhadap cucunya ini. Baginda senantiasa ingin bersama cucunya sekali pun ketika hendak solat. Bahkan kadang-kadang juga ketika menerima wahyu dari malaikat Jibril as.
Di masa kanak-kanaknya. Rasulullah sendiri yang mendidik Sayyidina Hassan dan adiknya Sayyidina Hussin dengan budi pekerti yang mulia. Sayyidina Hassan memang terkenal sebagai seorang kanak-kanak yang cerdik. Tatkala umurnya 4 tahun, beliau sudah dapat menghafal kalimat-kalimat suci yang didengar dari kakeknya yang mulia. Ketika berumur 8 tahun, dia sudah menghafal hadith-hadith Rasulullah SAW.
Ketika dewasa, Sayyidina Hassan menjadi seorang yang sangat dikenali dan dicintai oleh seluruh umat Islam ketika itu. Beliau seorang yang cantik serta elok rupanya ditambah dengan pribadinya yang mulia. Sayyidina Hassan adalah seorang yang berkulit putih kemerah-merahan. Biji matanya hitam dan besar. Mukanya berjambang, bertulang besar, pipinya halus, raut mukanya lembut serta berjanggut. Keadaan tubuhnya sedang dan cantik. Tidak tinggi dan tidak rendah. Sungguh Sayyidina Hassan adalah seorang yang cantik dan gagah. Siapa yang memandangnya akan tertarik padanya.
Sayyidina Hassan adalah seorang yang sangat bertaqwa kepada Allah dan paling baik akhlaknya. Beliau seorang yang tenang, halus budi bahasa serta pandai bergaul dengan orang lain. Kebanyakan kaum Muslimin yang hidup di zamannya sangat sayang kepadanya. Beliau sangat merendah diri dan suka bergaul dengan orang-orang miskin.
Kerapkali apabila melihat sekumpulan orang Islam sedang makan-makan, Sayyidina Hassan akan turun dari untanya untuk makan bersama mereka. Ada ketikanya beliau menjemput pula orang-orang yang kesusahan untuk datang ke rumahnya. Apabila mereka datang beramai-ramai, beliau akan menjamu mereka.
Sayyidina Hassan suka mendapatkan ilmu-ilmu dari para Sahabat Rasulullah SAW yang ketika itu sudah tua umurnya. Beliau juga suka mengajar siapa saja yang suka mendengar ajaran-ajarannya.
Karena taqwanya, menurut satu riwayat, ketika sedang mengambil wudhuk, mukanya tiba-tiba menjadi sangat pucat karena takut pada Allah. Demikian juga ketika beliau teringat soal mati. Ketika menceritakan tentang hari kebangkitan, beliau sering menangis terisak-isak.
Sayyidina Hassan terkenal sebagai seorang dermawan. Waktu hidupnya, beliau digelar, “Karimu ahlil bait” yang ertinya keluarga Rasulullah SAW yang paling dermawan. Beliau tidak pernah menghampakan harapan orang lain.
Sebagai seorang cucu baginda SAW, beliau adalah ibarat permata di zaman hidupnya karena memiliki budi pekerti yang mulia lagi terpuji. Sikapnya ramah, penyantun, rendah hati dan dermawan pula.
Pada suatu hari sedang Sayidina Hasan r.a duduk di muka pintu rumahnya, tiba-tiba datang seorang Arab Badwi lalu mencacinya. Dia turut juga mencaci ayah serta ibu Sayidina Hasan r.a. Anehnya Sayidina Hasan r.a hanya mendengar saja akan segala maki hamun orang itu tanpa sedikit pun berubah air mukanya, atau membuat serang balas terhadap orang yang biadab itu.
Kemudian ia berkata kepada Badwi itu:
“Wahai Badwi, adakah engkau lapar dan dahaga? Atau adakah sesuatu yang merungsingkan hati engkau?”
Tanpa mempedulikan kata-kata Sayidina Hasan r.a, Badwi itu terus memaki-makinya. Oleh itu Sayidina Hasan r.a pun menyuruh pelayan rumahnya supaya membawa kantung yang berisi uang perak lantas diberikannya kepada Badwi itu sambil berkata:
“Wahai Badwi, maafkanlah saya karena inilah saja yang saya miliki. Jika ada yang lebih tidak akan saya sembunyikan darimu.”
Sikap dan layanan Sayidina Hasan r.a yang mengejutkan itu akhirnya berhasil melembutkan hati Badwi tersebut. Tiba-tiba Badwi itu menangis terisak-isak lantas sujud di kaki Sayidina Hasan bin Ali r.a sambil berkata:
“Wahai cucu baginda Rasul. Maafkanlah aku karena berlaku kasar terhadapmu. Sebenarnya aku sengaja berbuat begini untuk menguji kebaikan budi pekertimu sebagai cucu Rasulullah SAW yang sangat aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahwa engkau hai cucu Rasul, sesungguhnya mempunyai pekerti yang mulia sekali.”
Demikianlah satu contoh keindahan budi yang tiada taranya. Sayidina Hasan r.a yang kena maki hamun itu bukan saja dapat bersabar terhadap segala cubaan itu bahkan membalasnya pula dengan sikapnya yang lembut serta pemurah pula.
Semasa pemerintahan Khalifah Uthman ibnu Affan, Sayyidina Hassan telah sempurna menjadi seorang yang dewasa. Ketika itu beliau termasuk dalam golongan ulama yang terkemuka. Ketika timbul kekacauan semasa pemerintahan Khalifah Uthman, Sayyidina Ali menyuruh kedua puteranya supaya menjaga keselamatan Sayyidina Uthman di rumahnya. Ketika itu rumahnya sedang dikepung oleh pemberontak. Maka Sayyidina Hassan dan Hussin segera melaksanakan kehendak ayah mereka tetapi Khalifah Uthman meminta mereka pulang. Apabila Khalifah Uthman dibunuh, Sayyidina Ali sangat marah terhadap kedua puteranya karena tidak melindungi Khalifah Uthman walhal Khalifah sendiri menolak pertolongan mereka.
Apabila Sayyidina Ali naik menjadi Khalifah maka kedua-dua puteranya berazam untuk membela serta melindungi ayah mereka tercinta. Apabila ayah mereka mati dibunuh pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijrah maka Sayyidina Hassan dan Hussin telah menuntut bela dan berjaya membunuh orang yang membunuh ayah mereka. Tidak lama kemudian, Sayyidina Hassan pula dilantik oleh kaum Muslimin menjadi Khalifah menggantikan ayahnya.
Sebenarnya Sayyidina Hassan sendiri tidak suka menjadi khalifah. Ketika itu, ada di kalangan muslimin yang menginginkan Sayyidina Muawiyah bin Abu Sufian untuk naik sebagai khalifah. Maka timbullah perbedaan antara penyokong Sayyidina Hassan dan penyokong Sayyidina Muawiyah. Sayyidina Hassan suka akan perdamaian. Keadaan yang berpecah belah itu sangat tidak disukai olehnya. Khalifah Hassan sempat memerintah wilayah Iraq serta wilayah-wilayah di sekelilingnya seperti Khurasan, Hujaz dan Yaman selama 7 bulan. Tetapi semasa pemerintahannya, dunia Islam telah penuh kekacauan. Demi menyatu padukan umat Islam, maka Sayyidina Hassan sanggup menyerahkan jawatan khalifah kepada Sayyidina Muawiyah.
“Aku sama sekali tidak ingin memerintah umat Muhammad jika dengan itu aku harus menumpahkan darah walau hanya secangkir.”
Demikianlah kata-kata Sayyidina Hassan. Rasulullah SAW sendiri, sewaktu hidupnya telah mengetahui bahwa cucunya itu mempunyai akhlak yang terpuji, lemah-lembut dan memiliki hati yang halus. Sabda baginda:
“Anakku ini adalah penghulu ( Sayyid ). Mudah-mudahan Allah akan mendamaikan dengan sebab Hassan, dua golongan kaum Muslimin yang sedang bermusuh-musuhan.”
Sayyidina Hassan meninggal dunia setelah diracun. Kematiannya disaksikan dengan perasaan sedih oleh adiknya, Sayyidina Hussin yang sangat mengasihinya.
2. Sayyidina Hussin
Sayyidina Hussin dilahirkan di Kota Madinah pada 5 Sya’ban, tahun 4 Hijrah. Perbezaan umur di antara Sayyidina Hussin dan abangnya Sayyidina Hassan adalah setahun sepuluh bulan. Lahirnya Sayyidina Hussin turut menambahkan kegembiraan Rasulullah SAW. Baginda yang memberi nama “Hussin” itu yang bermaksud, “Si kecil cantik”.
Sewaktu menyambut kelahiran cucu lelakinya yang kedua itu, Rasulullah SAW begitu ceria. Sewaktu memangku cucunya itu, tiba-tiba wajah baginda berubah. Orang-orang yang berada di keliling baginda merasa hairan mengapa wajah baginda tiba-tiba berubah sedih. Rupanya Rasulullah SAW sudah tahu bahwa akhir hidup Sayyidina Hussin amatlah menyedihkan di mana beliau akan dibunuh dengan kejam.
Sebagai cucu yang selalu dipanggil sebagai puteranya, Rasulullah SAW sangat sayang sekali dengan Sayyidina Hussin. Pada suatu hari, ketika masih kecil, Sayyidina Hussin kelihatan bertengkar dengan abangnya Sayyidina Hassan di hadapan baginda dan ibu mereka, Siti Fatimah. Perkara seperti itu biasa berlaku di kalangan kanak-kanak. Rasulullah SAW segera menegur Hassan. Siti Fatimah merasa kurang senang melihat sikap Rasulullah SAW menegur seorang saja dari kedua cucunya itu. Maka Siti Fatimah berkata:
“Wahai ayah, kenapa menegur Hassan saja?”
“Karena Jibril sudah menegur Hussin,” jawab baginda.
Tatkala kecilnya Sayyidina Hussin selalu berada di sisi kakeknya, sewaktu baginda sedang mengajar para Sahabat. Maka dia mendapat pelbagai ilmu dan contoh teladan dari kakeknya itu secara langsung. Sebagaimana abangnya, Sayyidina Hussin juga seorang yang cerdik. Dia telah dapat menghafal hadith-hadith Rasulullah semenjak kecil.
Sayyidina Hussin memang ditakdirkan Allah untuk menjadi seorang yang agung di kalangan umat Islam. Semenjak kecil, beliau menunjukkan contoh-contoh akhlak yang terpuji sebagai mewarisi sifat-sifat ayah dan kakeknya. Semenjak kecil juga, beliau telah menunjukkan sifat berani sebagaimana ayahnya juga. Setelah kewafatan Rasulullah, yakni waktu Sayyidina Umar Al Khattab menjadi Khalifah, ketika beliau sedang memberi khutbah di mimbar, Sayyidina Hussin yang masih kanak-kanak telah berkata kepada Sayyidina Umar dengan beraninya,
“Turun engkau dari mimbar ayahku (Rasulullah SAW) dan pergilah berkhutbah di atas mimbar ayahmu.”
Sayyidina Umar yang suka merendah diri menjawab dengan lembut kepada cucu kesayangan Rasulullah itu,
“Ayahku tidak mempunyai mimbar seperti ayahmu.”
Sayyidina Umar turun dari mimbar dan mengangkat Sayyidina Hussin untuk duduk di sebelahnya sebelum menyambung khutbahnya. Demikian beraninya Sayyidina Hussin waktu kecilnya.
Dalam hal keberanian, Sayyidina Hussin melebihi Sayyidina Hassan, abangnya. Demikianlah yang telah diwariskan dari Rasulullah SAW untuknya. Belaiu banyak menyertai peperangan bersama umat Islam.
Sewaktu kewafatan Khalifah Sayyidina Ali, Sayyidina Hassan telah dilantik sebagai khalifah. Demi menjaga perpaduan umat Islam, akhirnya Sayyidina Hassan menyerahkan jawatan itu kepada Sayyidina Muawiyah. Sayyidina Hussin tidak setuju dengan tindakan abangnya itu. Namun karena menghormati abangnya, maka Sayyidina Hussin mengalah.
Sebelum Muawiyah meninggal, beliau telah berwasiat agar anaknya Yazid menggantikan tempatnya setelah dia tiada. Waktu itu Yazid memaksa semua para Sahabat membuat pengakuan taat setia kepadanya. Ketika itu Sayyidina Hussin telah berangkat meninggalkan Kufah, menuju ke Madinah. Sebenarnya ramai yang tidak setuju dengan perlantikan Yazid itu. Penyokong-penyokong Sayyidina Hussin mengutus surat kepadanya agar dia kembali ke Kufah untuk dilantik sebagai Khalifah. Penduduk Kufah enggan menerima Yazid sebagai khalifah.
Sebelum kembali ke Kufah, Sayyidina Hussin telah mengantar utusannya untuk menyelidiki apakah benar isi kandungan surat itu. Setelah ternyata ia benar maka Sayyidina Hussin bersiap-siap untuk membawa kaum keluarganya kembali ke Kufah. Sayyidina Hussin yang sangat baik, tidak sedikit pun menaruh prasangka bahwa suatu yang buruk akan menimpa dirinya dan ahlul bait yang lain.
Para Sahabat Rasulullah yang masih hidup ketika itu menasehati Sayyidina Hussin agar jangan kembali ke Kufah karena keadaan ketika itu sangat bahaya. Kerabatnya yang terdekat iaitu Abdullah bin Abbas telah bersungguh-sungguh mencoba menghalangi Sayyidina Hussin namun Sayyidina Hussin tetap dengan pendiriannya. Kemudian Abdullah menasehainya pula agar jangan membawa ahli-ahli keluarga karena bimbang jika apa yang menimpa Khalifah Uthman bin Affan juga akan menimpa Sayyidina Hussin. Sewaktu Khalifah Uthman dibunuh oleh pemberontak, peristiwa itu disaksikan oleh ahli keluarganya sendiri. Abdullah bimbang jika keluarga dan keturunan Rasulullah SAW akan dibunuh semuanya.
Sayyidina Hussin tetap mau membawa keluarganya bersama. Maka akhirnya rombongan Sayyidina Hussin yang terdiri dari 72 orang pun berangkat ke Kufah. Kebanyakan anggota rombongan adalah wanita dan kanak-kanak termasuk anak Sayyidina Hussin iaitu Ali Zainal Abidin yang sedang meningkat remaja.
Ada pihak memberitahu Yazid bahwa Sayyidina Hussin hendak merampas kuasa. Maka Yazid telah menghantar tentaranya untuk menghalangi Sayyidina Hussin dari dibaiat oleh pendududk Kufah. Ada riwayat yang menyatakan bahwa Yazid cuma mengarahkan tenteranya untuk mengintrogasi, bukan untuk membunuh Sayyidina Hussin dan keluarganya. Namun, apa yang berlaku seterusnya sungguh sangat menyayat hati.
Rombongan Sayyidina Hussin yang seramai 72 orang itu terpaksa berhadapan dengan tentara Yazid sebanyak 4000 orang! Terjadilah peristiwa berdarah di Karbala. Pembunuhan kejam terhadap kaum keluarga Rasulullah SAW di Karbala itu berlaku pada 10 Muharram tahun 61 Hijrah. Pertempuran itu telah menyebabkan hampir seluruh anggota rombongan Sayyidina Hussin dibunuh.
Pertempuran itu berlaku dari waktu subuh hingga ke waktu Asar. Sungguhpun rombongan Sayyidina Hussin, kecil jumlahnya namun mereka bermati-matian mempertahankan diri. Dalam perang itu, Sayyidina Hussin menunjukkan keberanian luar biasa. Walaupun dalam keadaan sulit dan bahaya, beliau sempat mengerjakan solat Zuhur dan Asar.
Apabila hampir senja, tinggal beberapa orang saja dari kalangan keluarga Sayyidina Hussin sedangkan pihak musuh telah kehilangan hampir 1000 orang tentaranya. Pertempuran yang berlangsung begitu lama menunjukkan betapa hebatnya Sayyidina Hussin dan anak-anak buahnya menentang musuh. Akhirnya Sayyidina Hussin menemui ajalnya apabila sebatang anak panah tiba-tiba mengenai tubuhnya, tepat di bagian jantungnya. Dalam keadaan berlumuran darah dan amat letih setelah sehari suntuk berperang, Sayyidina Hussin menghembuskan nafasnya yang terakhir di padang Karbala itu.
Kata-kata terakhir yang diucapkannya,
“Oh Tuhan, mereka telah membunuh putera Nabi Mu sedangkan di dunia ini tiada lagi putera Nabi selain aku.”
Dalam perang itu mereka yang selamat adalah wanita dan kanak-kanak termasuklah adik Sayyidina Hussin, iaitu Zainab Al Kubra dan anak Sayyidina Hussin iaitu Ali Zainal Abidin. Ali Zainal Abidin lah yang menjadi penyambung keturunan Rasulullah. Dia juga nyaris dibunuh tetapi Tuhan mengkehendaki agar bersambungnya keturunan Rasulullah, maka dia selamat.
Kepala Sayyidina Hussin telah dipotong dan dihantar kepada Yazid. Menurut sejarah, Yazid menangis apabila melihat kepala cucu Rasulullah itu. Beliau mengarahkan agar kepala itu dihantar ke Madinah berserta keluarga dan anaknya, dengan upacara kehormatan dan kemuliaan. Tubuh Husain dikuburkan di Karbala, sedangkan kepalanya ditanam di Madinah, bersebelahan dengan makam ayah dan ibunya.
Demikainlah perginya cucu kesayangan Rasulullah SAW itu. Dia menjadi korban keganasan fitnah oleh golongan yang cinta dunia. Menurut suatu keterangan sejarah, tiada seorang pun dari mereka yang terlibat dalam pembunuhan Sayyidina Hussin dan ahlul bait di Karbala itu selamat. Allah telah menyegerakan hukuman untuk mereka di dunia lagi. Ada yang mati dibunuh, ada yang jadi buta, ada yang mukanya jadi hitam dan macam-macam lagi. Bahkan ada yang kehilangan kuasanya dalam waktu yang singkat. Mereka berniat untuk membunuh keturunan Rasulullah SAW tetapi Allah menyelamatkan Ali Zainal Abidin, anak lelaki tunggal Sayyidina Hussin sebagai penyambung zuriat baginda. Dari Ali Zainal Abidin, lahir ramai keturunan yang mulia dan suci ini.
3. Nasab
1. Terhadap Sayyidina Hassan
“Baik tubuhmu maupun perilakumu serupa dengan tubuhku dan perilakuku.”
“Anakku ini adalah penghulu. Mudah-mudahan Allah akan mendamaikan dengan sebab Hassan , dua golongan kaum Muslimin yang sedang bermusuh-musuhan.”
2. Terhadap Sayyidina Hussin
“Hussin daripadaku dan aku daripada Hussin. Allah akan mencintai sesiapa yang mencintai Hussin ra.”
3. Terhadap kedua-duanya
“Kepada Hassan, aku wariskan sifat kepemurahanku tetapi kepada Hussin aku wariskan sifat keberanianku.”
“Hassan dan Hussin adalah dua kebangganku di dunia ini.”
“Bahwa Hassan dan Hussin termasuk nama-nama yang terdapat dalam Syurga dan kedua nama tersebut tidak terdapat pada zaman jahiliah.”
Sayyidina Hassan dan Hussin biasanya dipanggil sebagai putera-putera Rasulullah SAW walaupun mereka sebenarnya adalah cucu-cucu baginda. Rasulullah SAW sangat inginkan anak lelaki karena kesemua anak-anak lelaki baginda meninggal sewaktu mereka masih kecil. Maka apabila mendapat dua orang cucu lelaki ini, Rasulullah memanggil mereka, “Anak-anakku” manakala mereka memanggil Rasulullah, ayah. Terhadap Sayyidina Ali, ayah mereka, Sayyidina Hassan memanggilnya, “Abu Hussin” dan Sayyidina Hussin memanggilnya, “Abu Hassan”.
Sabda Rasulullah SAW:
“Semua anak Adam bernasabkan ayah mereka kecuali anak-anak Fatimah. Akulah ayah mereka dan akulah yang menurunkan mereka.”
Sumber : http://aboutmiracle.wordpress.com
Tags: cinta rasulullah
by Prabu for group freepalestina
1. Sayyidina Hassan
Sayyidina Hassan adalah cucu Rasulullah SAW dari puteri bungsu baginda yang paling disayanginya yaitu Siti Fatimah Az Zahra dan menantunya Sayyidina Ali, yang juga merupakan Sahabatnya yang sangat disayangi baginda.
Sayyidina Hassan lahir kira-kira sebulan sebelum Perang Uhud. Menurut ahli-ahli sejarah, tarikh lahirnya yang tepat ialah pada 15 Muharram. Namanya telah diberikan oleh baginda Rasulullah SAW sendiri. Nama ‘Hassan’ itu tidak pernah digunakan di Tanah Arab di zaman jahiliyah. Rasulullah SAW sangat gembira sekali dengan kelahiran Sayyidina Hassan.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Sayyidina Hassan adalah salah seorang penghuni Syurga dan seorang yang paling mirip wajahnya dengan baginda. Pernah baginda bersabda kepada Sayyidina Hassan sendiri:
“Engkau menyerupai aku baik tentang bentuk rupamu maupun tentang akhlak.”
Bahkan Sayyidina Ali sendiri pernah berkata:
“Hassan menyerupai Rasulullah dari dada sampai ke kepala. Tetapi Hussin menyerupai Rasulullah di bahagian-bahagian lainnya, dari dada sampai ke bawah.”
Pada suatu hari, Sayyidina Abu Bakar yang baru keluar dari masjid melihat Sayyidina Hassan yang masih kecil ketika itu. Sayyidina Abu Bakar segera mengejar mendapatkannya lalu memeluknya.
“Demi Allah, rupa engkau mirip sekali dengan Rasulullah dan lain sekali dari ayahmu, Ali.”
Mendengar kata-kata Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Hassan hanya tersenyum. Ayahnya, Sayyidina Ali yang berada di samping Sayyidina Abu Bakar, tertawa mendengar kata-katanya.
Rasulullah sangat sayang sekali terhadap cucunya ini. Baginda senantiasa ingin bersama cucunya sekali pun ketika hendak solat. Bahkan kadang-kadang juga ketika menerima wahyu dari malaikat Jibril as.
Di masa kanak-kanaknya. Rasulullah sendiri yang mendidik Sayyidina Hassan dan adiknya Sayyidina Hussin dengan budi pekerti yang mulia. Sayyidina Hassan memang terkenal sebagai seorang kanak-kanak yang cerdik. Tatkala umurnya 4 tahun, beliau sudah dapat menghafal kalimat-kalimat suci yang didengar dari kakeknya yang mulia. Ketika berumur 8 tahun, dia sudah menghafal hadith-hadith Rasulullah SAW.
Ketika dewasa, Sayyidina Hassan menjadi seorang yang sangat dikenali dan dicintai oleh seluruh umat Islam ketika itu. Beliau seorang yang cantik serta elok rupanya ditambah dengan pribadinya yang mulia. Sayyidina Hassan adalah seorang yang berkulit putih kemerah-merahan. Biji matanya hitam dan besar. Mukanya berjambang, bertulang besar, pipinya halus, raut mukanya lembut serta berjanggut. Keadaan tubuhnya sedang dan cantik. Tidak tinggi dan tidak rendah. Sungguh Sayyidina Hassan adalah seorang yang cantik dan gagah. Siapa yang memandangnya akan tertarik padanya.
Sayyidina Hassan adalah seorang yang sangat bertaqwa kepada Allah dan paling baik akhlaknya. Beliau seorang yang tenang, halus budi bahasa serta pandai bergaul dengan orang lain. Kebanyakan kaum Muslimin yang hidup di zamannya sangat sayang kepadanya. Beliau sangat merendah diri dan suka bergaul dengan orang-orang miskin.
Kerapkali apabila melihat sekumpulan orang Islam sedang makan-makan, Sayyidina Hassan akan turun dari untanya untuk makan bersama mereka. Ada ketikanya beliau menjemput pula orang-orang yang kesusahan untuk datang ke rumahnya. Apabila mereka datang beramai-ramai, beliau akan menjamu mereka.
Sayyidina Hassan suka mendapatkan ilmu-ilmu dari para Sahabat Rasulullah SAW yang ketika itu sudah tua umurnya. Beliau juga suka mengajar siapa saja yang suka mendengar ajaran-ajarannya.
Karena taqwanya, menurut satu riwayat, ketika sedang mengambil wudhuk, mukanya tiba-tiba menjadi sangat pucat karena takut pada Allah. Demikian juga ketika beliau teringat soal mati. Ketika menceritakan tentang hari kebangkitan, beliau sering menangis terisak-isak.
Sayyidina Hassan terkenal sebagai seorang dermawan. Waktu hidupnya, beliau digelar, “Karimu ahlil bait” yang ertinya keluarga Rasulullah SAW yang paling dermawan. Beliau tidak pernah menghampakan harapan orang lain.
Sebagai seorang cucu baginda SAW, beliau adalah ibarat permata di zaman hidupnya karena memiliki budi pekerti yang mulia lagi terpuji. Sikapnya ramah, penyantun, rendah hati dan dermawan pula.
Pada suatu hari sedang Sayidina Hasan r.a duduk di muka pintu rumahnya, tiba-tiba datang seorang Arab Badwi lalu mencacinya. Dia turut juga mencaci ayah serta ibu Sayidina Hasan r.a. Anehnya Sayidina Hasan r.a hanya mendengar saja akan segala maki hamun orang itu tanpa sedikit pun berubah air mukanya, atau membuat serang balas terhadap orang yang biadab itu.
Kemudian ia berkata kepada Badwi itu:
“Wahai Badwi, adakah engkau lapar dan dahaga? Atau adakah sesuatu yang merungsingkan hati engkau?”
Tanpa mempedulikan kata-kata Sayidina Hasan r.a, Badwi itu terus memaki-makinya. Oleh itu Sayidina Hasan r.a pun menyuruh pelayan rumahnya supaya membawa kantung yang berisi uang perak lantas diberikannya kepada Badwi itu sambil berkata:
“Wahai Badwi, maafkanlah saya karena inilah saja yang saya miliki. Jika ada yang lebih tidak akan saya sembunyikan darimu.”
Sikap dan layanan Sayidina Hasan r.a yang mengejutkan itu akhirnya berhasil melembutkan hati Badwi tersebut. Tiba-tiba Badwi itu menangis terisak-isak lantas sujud di kaki Sayidina Hasan bin Ali r.a sambil berkata:
“Wahai cucu baginda Rasul. Maafkanlah aku karena berlaku kasar terhadapmu. Sebenarnya aku sengaja berbuat begini untuk menguji kebaikan budi pekertimu sebagai cucu Rasulullah SAW yang sangat aku kasihi. Sekarang yakinlah aku bahwa engkau hai cucu Rasul, sesungguhnya mempunyai pekerti yang mulia sekali.”
Demikianlah satu contoh keindahan budi yang tiada taranya. Sayidina Hasan r.a yang kena maki hamun itu bukan saja dapat bersabar terhadap segala cubaan itu bahkan membalasnya pula dengan sikapnya yang lembut serta pemurah pula.
Semasa pemerintahan Khalifah Uthman ibnu Affan, Sayyidina Hassan telah sempurna menjadi seorang yang dewasa. Ketika itu beliau termasuk dalam golongan ulama yang terkemuka. Ketika timbul kekacauan semasa pemerintahan Khalifah Uthman, Sayyidina Ali menyuruh kedua puteranya supaya menjaga keselamatan Sayyidina Uthman di rumahnya. Ketika itu rumahnya sedang dikepung oleh pemberontak. Maka Sayyidina Hassan dan Hussin segera melaksanakan kehendak ayah mereka tetapi Khalifah Uthman meminta mereka pulang. Apabila Khalifah Uthman dibunuh, Sayyidina Ali sangat marah terhadap kedua puteranya karena tidak melindungi Khalifah Uthman walhal Khalifah sendiri menolak pertolongan mereka.
Apabila Sayyidina Ali naik menjadi Khalifah maka kedua-dua puteranya berazam untuk membela serta melindungi ayah mereka tercinta. Apabila ayah mereka mati dibunuh pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijrah maka Sayyidina Hassan dan Hussin telah menuntut bela dan berjaya membunuh orang yang membunuh ayah mereka. Tidak lama kemudian, Sayyidina Hassan pula dilantik oleh kaum Muslimin menjadi Khalifah menggantikan ayahnya.
Sebenarnya Sayyidina Hassan sendiri tidak suka menjadi khalifah. Ketika itu, ada di kalangan muslimin yang menginginkan Sayyidina Muawiyah bin Abu Sufian untuk naik sebagai khalifah. Maka timbullah perbedaan antara penyokong Sayyidina Hassan dan penyokong Sayyidina Muawiyah. Sayyidina Hassan suka akan perdamaian. Keadaan yang berpecah belah itu sangat tidak disukai olehnya. Khalifah Hassan sempat memerintah wilayah Iraq serta wilayah-wilayah di sekelilingnya seperti Khurasan, Hujaz dan Yaman selama 7 bulan. Tetapi semasa pemerintahannya, dunia Islam telah penuh kekacauan. Demi menyatu padukan umat Islam, maka Sayyidina Hassan sanggup menyerahkan jawatan khalifah kepada Sayyidina Muawiyah.
“Aku sama sekali tidak ingin memerintah umat Muhammad jika dengan itu aku harus menumpahkan darah walau hanya secangkir.”
Demikianlah kata-kata Sayyidina Hassan. Rasulullah SAW sendiri, sewaktu hidupnya telah mengetahui bahwa cucunya itu mempunyai akhlak yang terpuji, lemah-lembut dan memiliki hati yang halus. Sabda baginda:
“Anakku ini adalah penghulu ( Sayyid ). Mudah-mudahan Allah akan mendamaikan dengan sebab Hassan, dua golongan kaum Muslimin yang sedang bermusuh-musuhan.”
Sayyidina Hassan meninggal dunia setelah diracun. Kematiannya disaksikan dengan perasaan sedih oleh adiknya, Sayyidina Hussin yang sangat mengasihinya.
2. Sayyidina Hussin
Sayyidina Hussin dilahirkan di Kota Madinah pada 5 Sya’ban, tahun 4 Hijrah. Perbezaan umur di antara Sayyidina Hussin dan abangnya Sayyidina Hassan adalah setahun sepuluh bulan. Lahirnya Sayyidina Hussin turut menambahkan kegembiraan Rasulullah SAW. Baginda yang memberi nama “Hussin” itu yang bermaksud, “Si kecil cantik”.
Sewaktu menyambut kelahiran cucu lelakinya yang kedua itu, Rasulullah SAW begitu ceria. Sewaktu memangku cucunya itu, tiba-tiba wajah baginda berubah. Orang-orang yang berada di keliling baginda merasa hairan mengapa wajah baginda tiba-tiba berubah sedih. Rupanya Rasulullah SAW sudah tahu bahwa akhir hidup Sayyidina Hussin amatlah menyedihkan di mana beliau akan dibunuh dengan kejam.
Sebagai cucu yang selalu dipanggil sebagai puteranya, Rasulullah SAW sangat sayang sekali dengan Sayyidina Hussin. Pada suatu hari, ketika masih kecil, Sayyidina Hussin kelihatan bertengkar dengan abangnya Sayyidina Hassan di hadapan baginda dan ibu mereka, Siti Fatimah. Perkara seperti itu biasa berlaku di kalangan kanak-kanak. Rasulullah SAW segera menegur Hassan. Siti Fatimah merasa kurang senang melihat sikap Rasulullah SAW menegur seorang saja dari kedua cucunya itu. Maka Siti Fatimah berkata:
“Wahai ayah, kenapa menegur Hassan saja?”
“Karena Jibril sudah menegur Hussin,” jawab baginda.
Tatkala kecilnya Sayyidina Hussin selalu berada di sisi kakeknya, sewaktu baginda sedang mengajar para Sahabat. Maka dia mendapat pelbagai ilmu dan contoh teladan dari kakeknya itu secara langsung. Sebagaimana abangnya, Sayyidina Hussin juga seorang yang cerdik. Dia telah dapat menghafal hadith-hadith Rasulullah semenjak kecil.
Sayyidina Hussin memang ditakdirkan Allah untuk menjadi seorang yang agung di kalangan umat Islam. Semenjak kecil, beliau menunjukkan contoh-contoh akhlak yang terpuji sebagai mewarisi sifat-sifat ayah dan kakeknya. Semenjak kecil juga, beliau telah menunjukkan sifat berani sebagaimana ayahnya juga. Setelah kewafatan Rasulullah, yakni waktu Sayyidina Umar Al Khattab menjadi Khalifah, ketika beliau sedang memberi khutbah di mimbar, Sayyidina Hussin yang masih kanak-kanak telah berkata kepada Sayyidina Umar dengan beraninya,
“Turun engkau dari mimbar ayahku (Rasulullah SAW) dan pergilah berkhutbah di atas mimbar ayahmu.”
Sayyidina Umar yang suka merendah diri menjawab dengan lembut kepada cucu kesayangan Rasulullah itu,
“Ayahku tidak mempunyai mimbar seperti ayahmu.”
Sayyidina Umar turun dari mimbar dan mengangkat Sayyidina Hussin untuk duduk di sebelahnya sebelum menyambung khutbahnya. Demikian beraninya Sayyidina Hussin waktu kecilnya.
Dalam hal keberanian, Sayyidina Hussin melebihi Sayyidina Hassan, abangnya. Demikianlah yang telah diwariskan dari Rasulullah SAW untuknya. Belaiu banyak menyertai peperangan bersama umat Islam.
Sewaktu kewafatan Khalifah Sayyidina Ali, Sayyidina Hassan telah dilantik sebagai khalifah. Demi menjaga perpaduan umat Islam, akhirnya Sayyidina Hassan menyerahkan jawatan itu kepada Sayyidina Muawiyah. Sayyidina Hussin tidak setuju dengan tindakan abangnya itu. Namun karena menghormati abangnya, maka Sayyidina Hussin mengalah.
Sebelum Muawiyah meninggal, beliau telah berwasiat agar anaknya Yazid menggantikan tempatnya setelah dia tiada. Waktu itu Yazid memaksa semua para Sahabat membuat pengakuan taat setia kepadanya. Ketika itu Sayyidina Hussin telah berangkat meninggalkan Kufah, menuju ke Madinah. Sebenarnya ramai yang tidak setuju dengan perlantikan Yazid itu. Penyokong-penyokong Sayyidina Hussin mengutus surat kepadanya agar dia kembali ke Kufah untuk dilantik sebagai Khalifah. Penduduk Kufah enggan menerima Yazid sebagai khalifah.
Sebelum kembali ke Kufah, Sayyidina Hussin telah mengantar utusannya untuk menyelidiki apakah benar isi kandungan surat itu. Setelah ternyata ia benar maka Sayyidina Hussin bersiap-siap untuk membawa kaum keluarganya kembali ke Kufah. Sayyidina Hussin yang sangat baik, tidak sedikit pun menaruh prasangka bahwa suatu yang buruk akan menimpa dirinya dan ahlul bait yang lain.
Para Sahabat Rasulullah yang masih hidup ketika itu menasehati Sayyidina Hussin agar jangan kembali ke Kufah karena keadaan ketika itu sangat bahaya. Kerabatnya yang terdekat iaitu Abdullah bin Abbas telah bersungguh-sungguh mencoba menghalangi Sayyidina Hussin namun Sayyidina Hussin tetap dengan pendiriannya. Kemudian Abdullah menasehainya pula agar jangan membawa ahli-ahli keluarga karena bimbang jika apa yang menimpa Khalifah Uthman bin Affan juga akan menimpa Sayyidina Hussin. Sewaktu Khalifah Uthman dibunuh oleh pemberontak, peristiwa itu disaksikan oleh ahli keluarganya sendiri. Abdullah bimbang jika keluarga dan keturunan Rasulullah SAW akan dibunuh semuanya.
Sayyidina Hussin tetap mau membawa keluarganya bersama. Maka akhirnya rombongan Sayyidina Hussin yang terdiri dari 72 orang pun berangkat ke Kufah. Kebanyakan anggota rombongan adalah wanita dan kanak-kanak termasuk anak Sayyidina Hussin iaitu Ali Zainal Abidin yang sedang meningkat remaja.
Ada pihak memberitahu Yazid bahwa Sayyidina Hussin hendak merampas kuasa. Maka Yazid telah menghantar tentaranya untuk menghalangi Sayyidina Hussin dari dibaiat oleh pendududk Kufah. Ada riwayat yang menyatakan bahwa Yazid cuma mengarahkan tenteranya untuk mengintrogasi, bukan untuk membunuh Sayyidina Hussin dan keluarganya. Namun, apa yang berlaku seterusnya sungguh sangat menyayat hati.
Rombongan Sayyidina Hussin yang seramai 72 orang itu terpaksa berhadapan dengan tentara Yazid sebanyak 4000 orang! Terjadilah peristiwa berdarah di Karbala. Pembunuhan kejam terhadap kaum keluarga Rasulullah SAW di Karbala itu berlaku pada 10 Muharram tahun 61 Hijrah. Pertempuran itu telah menyebabkan hampir seluruh anggota rombongan Sayyidina Hussin dibunuh.
Pertempuran itu berlaku dari waktu subuh hingga ke waktu Asar. Sungguhpun rombongan Sayyidina Hussin, kecil jumlahnya namun mereka bermati-matian mempertahankan diri. Dalam perang itu, Sayyidina Hussin menunjukkan keberanian luar biasa. Walaupun dalam keadaan sulit dan bahaya, beliau sempat mengerjakan solat Zuhur dan Asar.
Apabila hampir senja, tinggal beberapa orang saja dari kalangan keluarga Sayyidina Hussin sedangkan pihak musuh telah kehilangan hampir 1000 orang tentaranya. Pertempuran yang berlangsung begitu lama menunjukkan betapa hebatnya Sayyidina Hussin dan anak-anak buahnya menentang musuh. Akhirnya Sayyidina Hussin menemui ajalnya apabila sebatang anak panah tiba-tiba mengenai tubuhnya, tepat di bagian jantungnya. Dalam keadaan berlumuran darah dan amat letih setelah sehari suntuk berperang, Sayyidina Hussin menghembuskan nafasnya yang terakhir di padang Karbala itu.
Kata-kata terakhir yang diucapkannya,
“Oh Tuhan, mereka telah membunuh putera Nabi Mu sedangkan di dunia ini tiada lagi putera Nabi selain aku.”
Dalam perang itu mereka yang selamat adalah wanita dan kanak-kanak termasuklah adik Sayyidina Hussin, iaitu Zainab Al Kubra dan anak Sayyidina Hussin iaitu Ali Zainal Abidin. Ali Zainal Abidin lah yang menjadi penyambung keturunan Rasulullah. Dia juga nyaris dibunuh tetapi Tuhan mengkehendaki agar bersambungnya keturunan Rasulullah, maka dia selamat.
Kepala Sayyidina Hussin telah dipotong dan dihantar kepada Yazid. Menurut sejarah, Yazid menangis apabila melihat kepala cucu Rasulullah itu. Beliau mengarahkan agar kepala itu dihantar ke Madinah berserta keluarga dan anaknya, dengan upacara kehormatan dan kemuliaan. Tubuh Husain dikuburkan di Karbala, sedangkan kepalanya ditanam di Madinah, bersebelahan dengan makam ayah dan ibunya.
Demikainlah perginya cucu kesayangan Rasulullah SAW itu. Dia menjadi korban keganasan fitnah oleh golongan yang cinta dunia. Menurut suatu keterangan sejarah, tiada seorang pun dari mereka yang terlibat dalam pembunuhan Sayyidina Hussin dan ahlul bait di Karbala itu selamat. Allah telah menyegerakan hukuman untuk mereka di dunia lagi. Ada yang mati dibunuh, ada yang jadi buta, ada yang mukanya jadi hitam dan macam-macam lagi. Bahkan ada yang kehilangan kuasanya dalam waktu yang singkat. Mereka berniat untuk membunuh keturunan Rasulullah SAW tetapi Allah menyelamatkan Ali Zainal Abidin, anak lelaki tunggal Sayyidina Hussin sebagai penyambung zuriat baginda. Dari Ali Zainal Abidin, lahir ramai keturunan yang mulia dan suci ini.
3. Nasab
1. Terhadap Sayyidina Hassan
“Baik tubuhmu maupun perilakumu serupa dengan tubuhku dan perilakuku.”
“Anakku ini adalah penghulu. Mudah-mudahan Allah akan mendamaikan dengan sebab Hassan , dua golongan kaum Muslimin yang sedang bermusuh-musuhan.”
2. Terhadap Sayyidina Hussin
“Hussin daripadaku dan aku daripada Hussin. Allah akan mencintai sesiapa yang mencintai Hussin ra.”
3. Terhadap kedua-duanya
“Kepada Hassan, aku wariskan sifat kepemurahanku tetapi kepada Hussin aku wariskan sifat keberanianku.”
“Hassan dan Hussin adalah dua kebangganku di dunia ini.”
“Bahwa Hassan dan Hussin termasuk nama-nama yang terdapat dalam Syurga dan kedua nama tersebut tidak terdapat pada zaman jahiliah.”
Sayyidina Hassan dan Hussin biasanya dipanggil sebagai putera-putera Rasulullah SAW walaupun mereka sebenarnya adalah cucu-cucu baginda. Rasulullah SAW sangat inginkan anak lelaki karena kesemua anak-anak lelaki baginda meninggal sewaktu mereka masih kecil. Maka apabila mendapat dua orang cucu lelaki ini, Rasulullah memanggil mereka, “Anak-anakku” manakala mereka memanggil Rasulullah, ayah. Terhadap Sayyidina Ali, ayah mereka, Sayyidina Hassan memanggilnya, “Abu Hussin” dan Sayyidina Hussin memanggilnya, “Abu Hassan”.
Sabda Rasulullah SAW:
“Semua anak Adam bernasabkan ayah mereka kecuali anak-anak Fatimah. Akulah ayah mereka dan akulah yang menurunkan mereka.”
Sumber : http://aboutmiracle.wordpress.com
Tags: cinta rasulullah
HABIB ITU APA ?
From: "Purwanto Danusugondo"
To:
Subject: Perihal HABIB
Date: Fri, 26 Oct 2001 21:02:53 +0800
Akhir-akhir ini di tanah air tercinta nampaknya jumlah orang yang dikenal
sebagai Habib, yaitu keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, semakin
meningkat. Setiap hari kita lihat di layar TV, di media cetak, di seminar,
di pesantren dan di tempat-tempat yang lainnya, bermunculanlah - Habib
ini, Habib itu dan Habib yang lainnya. Rasanya ratusan jumlah mereka ini.
Di APAKABAR juga sudah ada beberapa posting yang mempertanyakan hal
kebringasan dan ketidak-Indonesia-an beberapa penyandang julukan Habib
ini.
Menurut KAMUS BESAR B.I. terbitan Balai Pustaka (1997) HABIB adalah
panggilan atau honorific yang searti dengan kata Tuan dan biasanya dipakai
sebagai honorific oleh mereka yang bergelar Sayid. SAYID menurut kamus
yang sama adalah orang Arab keturunan Nab i Muhammad SAW.
Dari segi semantik dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak semua HABIB adalah
keturunan Nabi Muhammad SAW. (2) Untuk dapat menyandang gelar SAYID
seseorang harus berdarah ARAB dan terah yaitu keturunan dari Nabi Muhammad
SAW. Seorang Sayid lazimnya dipanggil d engar honorific Habib.
Kamus tsb. tidak memberikan keterangan lebih lanjut, misalnya apakah
seseorang yang meskipun berdarah Arab (dan yang bisa menunjukkan garis
keturunan Nabi Muhammad SAW), tetapi sudah bercampur dengan darah suku
bangsa lain, katakan darah Jawa, apa masih b erhak mengklaim dirinya
sebagai seorang Sayid?
Seorang teman, dosen di salah satu IAIN, pernah berceramah mengenai ajaran
Islam yang demokratis, yang tidak mendukung kepemimpinan turun-temurun -
yaitu dari ayah ke anak ke cucu ke cicit dsb. dst. Beliau, seingat saya,
menyitir ayat Al Ahzab 33:40 : M uhammad itu bukanlah ayah dari laki-laki
manapun di antaramu (para pengkikut beliau). Dia adalah Rasul Allah dan
nabi terakhir. Jelaslah bahwa Allah mengetahui segala sesuatu.
Menurut Sira Nabi, beliau sama sekali tidak menurunkan seorang anak
lelaki. Putra-putra beliau meninggal sewaktu masih kecil. Bertalian dengan
ini, menurut sebagian pakar, beliau sengaja tidak menunjuk calon pengganti
beliau sebelum wafat. Hal ini, menuru t pakar-pakar tsb. sesuai dengan
prinsip demokratis dari Islam dan alasan lainnya ialah tidak mungkin
beliau mengangkat salah seorang putrinya menjadi penggantinya. Beliau
menyerahkan kepada segenap pengikutnya untuk memilih Khalifah yang mereka
dukung.
Kembali pada topik posting ini yaitu perihal HABIB. Mengingat bahwa Nabi
Muhammad SAW tidak menurunkan anak lelaki, maka semua Sayid di seluruh
jagad raya termasuk yang di Indonesia adalah keturunan Nabi Muhammad SAW
melalui jalur putri-putrinya. Yang san gat menarik ialah bahwa pada zaman
Nabi Muhammad SAW dan bahkan sampai sekarang menurut budaya Arab kaum
wanita, yang dilindungi dan dihormati, mempunyai martabat yang rendah
khususnya dalam kepemerintahan dan kepemimpinan agama!
Istimewanya para Sayid yang nota bene keturunan dari putri-putri Nabi
Muhammad SAW bisa begitu naik-daun. Dalam budaya raja-raja apakah di Eropa
ataupun di Jawa dan di mana-manapun, seseorang masih berhak memakai gelar
bangsawan kalau dia misalnya keturun an yang ke 7 dari seorang raja. Anak
dari orang yang ada hubungan darah dengan seorang raja tetapi sudah
keturunan ke 7 ini kembali menjadi rakyat biasa tanpa gelar apa-apa.
Apakah jalur keturunan Nabi Muhammad SAW ini mengenal batas? Ataukah
selama masih ada 0.0001 % darah Nabi dalam diri seseorang (sedang 99.9999%
dari darahnya sudah berupa campuran darah dari berbagai suku bangsa), dia
masih berhak menyebut dirinya seorang Habib, seorang Sayid? Kalau kita
anggap satu generasi itu kira-kira 30 tahun lamanya, maka Habib-Habib yang
hidup di dunia ini adalah keturunan yang ke-1400 : 30 = > 46!
Mungkin di antara penggemar APAKABAR ada yang mempunyai definitive ruling
mengenai kehabiban ini.
PD
----- End of forwarded message from Purwanto Danusugondo KA-----
To:
Subject: Perihal HABIB
Date: Fri, 26 Oct 2001 21:02:53 +0800
Akhir-akhir ini di tanah air tercinta nampaknya jumlah orang yang dikenal
sebagai Habib, yaitu keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, semakin
meningkat. Setiap hari kita lihat di layar TV, di media cetak, di seminar,
di pesantren dan di tempat-tempat yang lainnya, bermunculanlah - Habib
ini, Habib itu dan Habib yang lainnya. Rasanya ratusan jumlah mereka ini.
Di APAKABAR juga sudah ada beberapa posting yang mempertanyakan hal
kebringasan dan ketidak-Indonesia-an beberapa penyandang julukan Habib
ini.
Menurut KAMUS BESAR B.I. terbitan Balai Pustaka (1997) HABIB adalah
panggilan atau honorific yang searti dengan kata Tuan dan biasanya dipakai
sebagai honorific oleh mereka yang bergelar Sayid. SAYID menurut kamus
yang sama adalah orang Arab keturunan Nab i Muhammad SAW.
Dari segi semantik dapat disimpulkan bahwa: (1) tidak semua HABIB adalah
keturunan Nabi Muhammad SAW. (2) Untuk dapat menyandang gelar SAYID
seseorang harus berdarah ARAB dan terah yaitu keturunan dari Nabi Muhammad
SAW. Seorang Sayid lazimnya dipanggil d engar honorific Habib.
Kamus tsb. tidak memberikan keterangan lebih lanjut, misalnya apakah
seseorang yang meskipun berdarah Arab (dan yang bisa menunjukkan garis
keturunan Nabi Muhammad SAW), tetapi sudah bercampur dengan darah suku
bangsa lain, katakan darah Jawa, apa masih b erhak mengklaim dirinya
sebagai seorang Sayid?
Seorang teman, dosen di salah satu IAIN, pernah berceramah mengenai ajaran
Islam yang demokratis, yang tidak mendukung kepemimpinan turun-temurun -
yaitu dari ayah ke anak ke cucu ke cicit dsb. dst. Beliau, seingat saya,
menyitir ayat Al Ahzab 33:40 : M uhammad itu bukanlah ayah dari laki-laki
manapun di antaramu (para pengkikut beliau). Dia adalah Rasul Allah dan
nabi terakhir. Jelaslah bahwa Allah mengetahui segala sesuatu.
Menurut Sira Nabi, beliau sama sekali tidak menurunkan seorang anak
lelaki. Putra-putra beliau meninggal sewaktu masih kecil. Bertalian dengan
ini, menurut sebagian pakar, beliau sengaja tidak menunjuk calon pengganti
beliau sebelum wafat. Hal ini, menuru t pakar-pakar tsb. sesuai dengan
prinsip demokratis dari Islam dan alasan lainnya ialah tidak mungkin
beliau mengangkat salah seorang putrinya menjadi penggantinya. Beliau
menyerahkan kepada segenap pengikutnya untuk memilih Khalifah yang mereka
dukung.
Kembali pada topik posting ini yaitu perihal HABIB. Mengingat bahwa Nabi
Muhammad SAW tidak menurunkan anak lelaki, maka semua Sayid di seluruh
jagad raya termasuk yang di Indonesia adalah keturunan Nabi Muhammad SAW
melalui jalur putri-putrinya. Yang san gat menarik ialah bahwa pada zaman
Nabi Muhammad SAW dan bahkan sampai sekarang menurut budaya Arab kaum
wanita, yang dilindungi dan dihormati, mempunyai martabat yang rendah
khususnya dalam kepemerintahan dan kepemimpinan agama!
Istimewanya para Sayid yang nota bene keturunan dari putri-putri Nabi
Muhammad SAW bisa begitu naik-daun. Dalam budaya raja-raja apakah di Eropa
ataupun di Jawa dan di mana-manapun, seseorang masih berhak memakai gelar
bangsawan kalau dia misalnya keturun an yang ke 7 dari seorang raja. Anak
dari orang yang ada hubungan darah dengan seorang raja tetapi sudah
keturunan ke 7 ini kembali menjadi rakyat biasa tanpa gelar apa-apa.
Apakah jalur keturunan Nabi Muhammad SAW ini mengenal batas? Ataukah
selama masih ada 0.0001 % darah Nabi dalam diri seseorang (sedang 99.9999%
dari darahnya sudah berupa campuran darah dari berbagai suku bangsa), dia
masih berhak menyebut dirinya seorang Habib, seorang Sayid? Kalau kita
anggap satu generasi itu kira-kira 30 tahun lamanya, maka Habib-Habib yang
hidup di dunia ini adalah keturunan yang ke-1400 : 30 = > 46!
Mungkin di antara penggemar APAKABAR ada yang mempunyai definitive ruling
mengenai kehabiban ini.
PD
----- End of forwarded message from Purwanto Danusugondo KA-----
Biografi Hugo Chavez
BIOGARAFI HUGO CHAVEZ
INILAH RIWAYAT HIDUP ORANG KUAT AMERIKA LATIN/VENEZUELA
PENENTANG BERBAGAI KEBIJAKKAN POLITIK AMERIKA SERIKAT/ANTI AMERIKA
Profile: Hugo Chavez
Hugo Chavez
Mr Chavez has seen off mass protests and a coup attempt
Hugo Chavez, who came to power in 1998, has been the subject of adulation and loathing both at home and abroad ever since.
Venezuelans are split between a majority who says he speaks for the poor, and those who say he has become increasingly autocratic.
The former army paratrooper - who first came to prominence as a leader of a failed coup in 1992 - has proved unable to bridge the huge gap between the country's rich and poor.
And his combative rhetoric has alienated and alarmed the country's traditional political elite, as well as several foreign governments.
The opposition has been trying to unseat the president by constitutional means since 2002, when Mr Chavez was briefly toppled in a short-lived coup. In 2004 the opposition managed to secure a referendum on his leadership.
HUGO CHAVEZ
Born 28 July 1954 in Sabaneta, State of Barinas, the son of schoolteachers
Graduated from Military Academy in 1975
Has five children; three girls and two boys
Keen baseball player
But the vote only served to strengthen Mr Chavez. He won by a large majority and went on to win the 2006 presidential elections.
Under the current Venezuelan constitution, Mr Chavez will have to stand down when his term expires at the end of 2012.
On 2 December he lost a national referendum aimed at getting approval for a series of constitutional changes which included abolishing presidential term limits and ending the autonomy of the Central Bank.
There were also proposals to expand presidential powers during natural disasters or political "emergencies".
Mr Chavez said the proposed changes would return power to the people, but critics accused him of a power grab.
From coup-leader to president
The ex-paratrooper's political career has more than eventful.
In February 1992 he led a doomed attempt to overthrow the government of President Carlos Andres Perez amid growing anger at economic austerity measures.
Hugo Chavez
Venezuela's leader has promised to deepen his "revolution"
The foundations for that failed coup had been laid a decade earlier, when Mr Chavez and a group of fellow military officers founded a secret movement named after the South American independence leader, Simon Bolivar.
The 1992 revolt by members of the Revolutionary Bolivarian Movement claimed 18 lives and left 60 injured before Mr Chavez gave himself up.
He was languishing in a military jail when his associates tried again to seize power nine months later.
That second coup attempt, in November 1992, was crushed as well.
Mr Chavez spent two years in prison before being granted a pardon. He then relaunched his party as the Movement of the Fifth Republic and made the transition from soldier to politician.
Church attacked
By the time Mr Chavez was swept into power in 1998 elections, the old Venezuelan order was falling apart.
Unlike most of its neighbours, the country had enjoyed an unbroken period of democratic government since 1958.
But the two main parties that had alternated in power stood accused of presiding over a corrupt system and squandering the country's vast oil wealth.
Mr Chavez promised "revolutionary" social policies, and constantly abused the "predatory oligarchs" of the establishment as corrupt servants of international capital.
Huge Chavez (left) and Fidel Castro
Mr Chavez has been friends for years with Cuban leader Fidel Castro
Never missing an opportunity to address the nation, he once described oil executives as living in "luxury chalets where they perform orgies, drinking whisky".
Church leaders in this overwhelmingly Roman Catholic country fared no better.
"They do not walk in... the path of Christ," said Mr Chavez at one stage.
Whenever the media reported discontent with his rule, he generally accused it of being in the pay of reactionaries.
He courted controversy in foreign policy, too, making high-profile visits to Cuba and Iraq, while allegedly flirting with leftist rebels in Colombia and making a huge territorial claim on Guyana.
Devil comment
Relations with Washington reached a new low when he accused it of "fighting terror with terror" during the war in Afghanistan after 11 September.
The situation hardly improved when Mr Chavez accused the US of being behind the failed coup to oust him in 2002.
The country's vast oil reserves - the largest in the Americas - have given it a strategic importance, but the US state department denies trying to overthrow the president.
King Juan Carlos
Spain's King Juan Carlos told Mr Chavez to 'shut up'
Mr Chavez's government has implemented a number of "missions" or social programmes, including education and health services for all. But chronic poverty and unemployment are still widespread, despite the country's oil wealth.
Mr Chavez is renowned for his flamboyant public speaking style, which he puts to use in his weekly live TV programme, Alo Presidente (Hello President), in which he talks about his political ideas, interviews guests and sings and dances.
It was during one Mr Chavez' shows - in February 2007 - that Cuban leader Fidel Castro, a long-time friend and ally, made his first live broadcast since passing power to his brother Raul in July 2006 due to ill health.
However, Mr Chavez' outspokenness has also sparked immense controversy.
In September 2006, Mr Chavez delivered a speech to the United Nations General Assembly in which referred to US President George W Bush as "the devil".
The speech was met with applause in the UN, but was roundly condemned by US politicians and pundits.
In November 2007 Mr Chavez fell out with Spain after a run in with King Juan Carlos during the final session of Ibero-American summit in Santiago.
The king asked Mr Chavez to "shut up" after the Venezuelan leader repeatedly interrupted the Spanish Prime Minister, Jose Luis Rodriguez Zapatero.
INILAH RIWAYAT HIDUP ORANG KUAT AMERIKA LATIN/VENEZUELA
PENENTANG BERBAGAI KEBIJAKKAN POLITIK AMERIKA SERIKAT/ANTI AMERIKA
Profile: Hugo Chavez
Hugo Chavez
Mr Chavez has seen off mass protests and a coup attempt
Hugo Chavez, who came to power in 1998, has been the subject of adulation and loathing both at home and abroad ever since.
Venezuelans are split between a majority who says he speaks for the poor, and those who say he has become increasingly autocratic.
The former army paratrooper - who first came to prominence as a leader of a failed coup in 1992 - has proved unable to bridge the huge gap between the country's rich and poor.
And his combative rhetoric has alienated and alarmed the country's traditional political elite, as well as several foreign governments.
The opposition has been trying to unseat the president by constitutional means since 2002, when Mr Chavez was briefly toppled in a short-lived coup. In 2004 the opposition managed to secure a referendum on his leadership.
HUGO CHAVEZ
Born 28 July 1954 in Sabaneta, State of Barinas, the son of schoolteachers
Graduated from Military Academy in 1975
Has five children; three girls and two boys
Keen baseball player
But the vote only served to strengthen Mr Chavez. He won by a large majority and went on to win the 2006 presidential elections.
Under the current Venezuelan constitution, Mr Chavez will have to stand down when his term expires at the end of 2012.
On 2 December he lost a national referendum aimed at getting approval for a series of constitutional changes which included abolishing presidential term limits and ending the autonomy of the Central Bank.
There were also proposals to expand presidential powers during natural disasters or political "emergencies".
Mr Chavez said the proposed changes would return power to the people, but critics accused him of a power grab.
From coup-leader to president
The ex-paratrooper's political career has more than eventful.
In February 1992 he led a doomed attempt to overthrow the government of President Carlos Andres Perez amid growing anger at economic austerity measures.
Hugo Chavez
Venezuela's leader has promised to deepen his "revolution"
The foundations for that failed coup had been laid a decade earlier, when Mr Chavez and a group of fellow military officers founded a secret movement named after the South American independence leader, Simon Bolivar.
The 1992 revolt by members of the Revolutionary Bolivarian Movement claimed 18 lives and left 60 injured before Mr Chavez gave himself up.
He was languishing in a military jail when his associates tried again to seize power nine months later.
That second coup attempt, in November 1992, was crushed as well.
Mr Chavez spent two years in prison before being granted a pardon. He then relaunched his party as the Movement of the Fifth Republic and made the transition from soldier to politician.
Church attacked
By the time Mr Chavez was swept into power in 1998 elections, the old Venezuelan order was falling apart.
Unlike most of its neighbours, the country had enjoyed an unbroken period of democratic government since 1958.
But the two main parties that had alternated in power stood accused of presiding over a corrupt system and squandering the country's vast oil wealth.
Mr Chavez promised "revolutionary" social policies, and constantly abused the "predatory oligarchs" of the establishment as corrupt servants of international capital.
Huge Chavez (left) and Fidel Castro
Mr Chavez has been friends for years with Cuban leader Fidel Castro
Never missing an opportunity to address the nation, he once described oil executives as living in "luxury chalets where they perform orgies, drinking whisky".
Church leaders in this overwhelmingly Roman Catholic country fared no better.
"They do not walk in... the path of Christ," said Mr Chavez at one stage.
Whenever the media reported discontent with his rule, he generally accused it of being in the pay of reactionaries.
He courted controversy in foreign policy, too, making high-profile visits to Cuba and Iraq, while allegedly flirting with leftist rebels in Colombia and making a huge territorial claim on Guyana.
Devil comment
Relations with Washington reached a new low when he accused it of "fighting terror with terror" during the war in Afghanistan after 11 September.
The situation hardly improved when Mr Chavez accused the US of being behind the failed coup to oust him in 2002.
The country's vast oil reserves - the largest in the Americas - have given it a strategic importance, but the US state department denies trying to overthrow the president.
King Juan Carlos
Spain's King Juan Carlos told Mr Chavez to 'shut up'
Mr Chavez's government has implemented a number of "missions" or social programmes, including education and health services for all. But chronic poverty and unemployment are still widespread, despite the country's oil wealth.
Mr Chavez is renowned for his flamboyant public speaking style, which he puts to use in his weekly live TV programme, Alo Presidente (Hello President), in which he talks about his political ideas, interviews guests and sings and dances.
It was during one Mr Chavez' shows - in February 2007 - that Cuban leader Fidel Castro, a long-time friend and ally, made his first live broadcast since passing power to his brother Raul in July 2006 due to ill health.
However, Mr Chavez' outspokenness has also sparked immense controversy.
In September 2006, Mr Chavez delivered a speech to the United Nations General Assembly in which referred to US President George W Bush as "the devil".
The speech was met with applause in the UN, but was roundly condemned by US politicians and pundits.
In November 2007 Mr Chavez fell out with Spain after a run in with King Juan Carlos during the final session of Ibero-American summit in Santiago.
The king asked Mr Chavez to "shut up" after the Venezuelan leader repeatedly interrupted the Spanish Prime Minister, Jose Luis Rodriguez Zapatero.
Senin, 10 November 2008
BERPOLITIK ITU HALAL
Jika halal berpolitik maka jangan dilakukan dengan cara-cara yang haram alias menghalalkan segala cara.Jika memulai langkah politik dengan hati dan tindakan yang halal maka insya Allah yang kita dapatkan halal juga.Hal ini tentu akan membawa kebaikan bagi masyarakat.
Tetapi jika dimulai dengan cara dan niat yang haram maka tidak mustahil ia akan bertindak serta bersikap haram ,dan kemudian akan merugikan masyarakat luas. Orang semacam ini tega dan rela memakan hak-hak orang lain untuk kepentingan pribadi.Pada umumnya orang semacam ini bertindak selalu melawan hukum dan berlindung dibalik kekuasaanya.Tiada lagi halal haram baginya yang penting bagaimana agar berkuasa dan terus mempertahankannya.
Tetapi jika dimulai dengan cara dan niat yang haram maka tidak mustahil ia akan bertindak serta bersikap haram ,dan kemudian akan merugikan masyarakat luas. Orang semacam ini tega dan rela memakan hak-hak orang lain untuk kepentingan pribadi.Pada umumnya orang semacam ini bertindak selalu melawan hukum dan berlindung dibalik kekuasaanya.Tiada lagi halal haram baginya yang penting bagaimana agar berkuasa dan terus mempertahankannya.
Langganan:
Postingan (Atom)