Selasa, 18 November 2008

CALEG DPRD KABUPATEN TABALONG/HANURA

1.PARTAI HANURA

DAERAH PEMILIHAN 1 (TANJUNG,MURUNG PUDAK,TANTA)

No.1. Hj.INDAH YUNIARTI NINGSIH,SE
2. WIDIASTUTI,SE
3. AKHMAD RUJANI
4. NORJUMIATI
5. ARIF AFANDI
6. ENDANG WIDOWATI
7. ERWIN ENDRA PRAJA
8.Drs.SYAHDIHAN ,M.si

DAERAH PEMILIHAN 2 (KELUA,MUARA HARUS,BANUA LAWAS,PUGAAN)

NO.1.Drs.H.SUGIANNOOR,SH,MAP
2.H.SYAUFI RAZMI
3.RUSTAM EFFENDI
4.DONNY RELIADI


DAERAH PEMILIHAN 3 (HARUAI ,MUARA UYA,JARO,BINTANG ARA,UPAU

NO.1.WINARTO,S.Pd,MSi
2.SUPARDI
3.SUGENG WIDODO
4.LISA MAULINA
5.BUDIANTO
6.ROBIANSYAH

KPUD dan KEHORMATAN

Pemilu,Pilpres dan Pilkada adalah pesta demokrasi yang pada intinya memilih para pemimpin yang terhormat yang akan mewakili rakyat.Untuk melaksanakan hajat tersebut maka didaerah-daerah dibentuklah KPUD,yang tentunya diisi juga oleh orang-orang yang terhormat sebagai pelaksana.


Kisruh pilkada dibeberapa daerah seperti diSulawesi Selatan,Maluku Utara dan lain-lain,mengingatkan kita betapa penting KPUD sebagai pelaksana pesta demokrasi didaerah.Tuduhan sering ia tidak netral sering dilontarkan oleh berbagai pihak yang merasa dirugikan.Kemudian terjadilah berbagai keributan-keributan yang menodai pesta demokrasi/Pilkada itu sendiri.




elajar dari pengalaman daerah lain sikap netralitas KPUD sangat penting .Memang sudah semestinya KPUD bersikap netral dan memelihara dan menjaga kepentingan semua pihak/golongan dalam melaksanakan pesta demokrasi,seperti Pemilu,pilpres hingga Pilkada .

Hal lainnya yang patut kita puji dari Pilkada yang berlangsung kisruh tersebut adalah sikap KPUD yang tetap mempertahankan keputusannya dan melakukan upaya perlawanan hukum dengan mengajukan PK(peninjauan kembali)terkait atas putusan MA(Mahkamah Agung) yang memerintahkan Pilkada Ulang dibeberapa Daerah diSulsel.Ini menunjukkan KPUD Sulsel punya Kehormatan dan merasa telah bertindak benar dalam proses pilkada, dan mungkin atas dasar itulah mereka bersikeras menolak keputusan MA.

Mengingat Penting dan strategisnya fungsi KPUD,ada baiknya kita memilih dan merekrut para anggotanya dari orang-orang yang terhormat dan cara yang terhormat pula. Misalnya,mulai dari Proses terbentuknya tim penyeleksinya hingga transparansi dalam berbagai hasil seleksi dan pengujian. Dengan demikian lembaga ini(KPUD) betul-betul dipercaya diisi oleh orang-orang yang indepent/netral dan sekaligus terhormat.Hal ini dinilai penting untung menepis kecurigaan yang tengah beredar dimasyarakat yang menyatakan proses seleksi anggota KPUD tersebut Cuma formalitas saja dan hasilnya sudah ditentukan jauh hari sebelumnya.

Kabupaten Tabalong sekarang ini sudah ada pengumuman tentang seleksi penerimaan calon anggota KPUD daerah tersebut. Partisipasi Masyarakat Tabalong dan semua pihak terkait sangat diharapkan ,hingga proses seleksi dan penerimaan ini betul- betul bersih,terlepas dari kepentingan yang sempit dan sesaat.Ini sangat penting sekali sebab dalam waktu dekat daerah Kabupaten Tabalong akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah/Pilkada,yang kemidian disusul oleh pemilu dan Pilpres.

Harapan Kita, Pilkada yang digelar berbagai daerah diKalimantan Selatan umumnya dan Kabupaten Tabalong khususnya berjalan lancar dan tidak kisruh seperti didaerah lain.Sebab kita percaya para peserta Pilkada didaerah kita ini diisi oleh orang –orang yang terhormat, siap kalah dan menang”Berebut kekuasaan tapi Berbagi Kehormatan”.

BENAZIR BHUTTO KORBAN POLITIK

POLITIC AS KILLING MACHINES

Ayah,saudara,paman dan dia sendiri jadi korban politik dan kekuasaan dinegeri yang katanya menjunjung nilai-nilai demokrasi.Memang itu adalah resiko yang ia ambil karena terjun dalam kancah politik dan perebutan kekuasaan,namun mengapa harus saling bunuh- membunuh hanya untuk segenggam kekuasaan?





Tidak hanya dinegara yang katanya dunia ketiga terjadi bunuh membunuh demi tujuan politik dan kekuasaan.Dinegara seperti AS yang sering disebut orang sebagai moyangnya Demokrasi juga terjadi pembunuhan tokoh politik .Sebagai contoh terbunuhnya JF.Kennedy dan saudaranya yang hingga kini belum terbongkar siapa saja yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan presiden United States Of Amerika ini.Berbagai teori kospirasi telah banyak kita dengar dan baca tapi sampai detik ini hasilnya adalah nol besar.

Kita berikan penghargaan kepada SBY sebagai presiden indonesia yang menyatakan bela sungkawa dan mengutuk para pelaku pembunuhan Benazir Bhutto.Dan yang paling menarik dan patut dipuji adalah pernyataannya yang meminta kepada POLRI,TNI,BIN untuk melindungi setiap tokoh politik diIndonesia.Hal ini menunjukkan rasa kenegarawanan beliau dalam hidup berbangsa,bernegara dan berpolitik.Namun ada juga yang perlu kita garis bawahi,yaitu para pengamat , kritikus politik dan rakyat perlu dilindungi dari kejahatan politik.

Bercinta dengan politik dan kekuasaan bisa membawa maut kini telah terbukti,tidak pilih tempat dan asal negara.Mungkin ada benarnya politik itu kejam,setidaknya hal itu telah dialami keluarga- keluarga yang terjun dalam dunia politik seperti keluarga Benazir Bhutto,Kennedy dan bahkan keluarga Gandhi diIndia.

Tiada teman yang abadi tapi kepentingan dan kekuasaanlah yang abadi dalam dunia politik .



ANGKA KEMISKINAN DAN KEMAKMURAN

Versi pemerintah menyatakan angka kemiskinan menurun,itu benar sekali.kalau mereka mengukurnya dari makin banyaknya pejabat yang makin bertambah kaya dan makmur.Ini dapat terlihat dari laporan tahunan kekayaan mereka ke KPK yang terus menggelembung.Hebatnya lagi ,gaji mereka seakan menggelembung dengan sendirinya tanpa harus susut oleh biaya hidup yang terus meroket.Dengan kata lain gaji mereka tidak terpakai ,Hebat kan!





Mungkin atas dasar tersebut pemerintah menyatakan angka kemiskinan jauh lebih rendah atau turun dari angka yang disampaikan oleh lembaga lain non pemerintah.sebab lembaga lain menyatakan jumlah angka kemiskinan justru terus naik dan meningkat di masa pemerintahan SBY_JK.mereka melihatnya dari kehidupan riil dimasyarakat yang terus bertambah miskin dengan berbagai kenaikan biaya hidup sebagai akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBm. angka pengangguranterus meningkat seiring dengan bertambahnya phk besar-besaran diberbagai perusahaan.

kemudian dengan banyaknya bencana alam seperti,banjir,kemarau,letusan gunung berapi hingga tsunami turut menjadi andil makin benyaknya warga yang menjadi miskin.kehilangan pekerjaan,tempat tinggal bahkan gagal panen mereka alami.

Namun yang memimiriskan hati kita angka kemiskinan ini sepertinya tertutup tidak membuat para pejabat kita menjadi hidup lebih prihatindan peduli pada masyarakat miskin.Mereka malah sering menggunakan dana publik untuk hal -hal yang kurang tepat.Misalnya saja,seluruh anggota DPRD kabupaten Tabalong kalimantan Selatan mendapatkan mobil dinas ,kemudian makin banyaknya pejabat yang keluar daerah dengan alasan studi banding yang pada akhirnya hanya membuang -buang dana saja, alias lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya.Disisi lain Masyarakat dibebani dengan kenaikan tarif air minum yang melebihi tarif listrik.


POLITIK DAN DISKRIMINASI

Naluri feodalimsme,kelas dan kasta itu tidak menjadi terkikis misalnya oleh pangalaman intelektual atau kesadaran demokrasi atau egalitarianisme.EMHA AINUN MADJID (Kompas,12/2/05)
Dalam rancangan undang-undang pemilihan umum ( UU No. 23 Tahun 2003 ) hasil revisi ,menyatakan syarat para calon presiden,wakil presiden,DPR dan DPD minimal berpendidikan S-1 sebagai persyaratan yang harus dimiliki .
Persyaratan itu muncul saat digelar konsultasi publik tentang penyempurnaan paket UU Bidang Politik oleh Departemen Dalam Negeri. Konsultasi ini dihadiri oleh semua parpol, baik parpol lama maupun parpol yang baru terbentuk.Dan disitu juga dihadiri oleh beberapa LSM(Kompas,14/3/2007)


Keruan saja persyaratan itu menuai kritik dimana-mana.Bahkan Dewan Pimpinan Daerah atau DPD meminta pemerintah untuk mencabut ketentuan tersebut.Wakil Sekjen Partai Bintang Reformasi Yusuf Lakaseng yang hadir dalam konsultasi tersebut menyatakan tidak ada relevansi pendidikan S-1 dengan kemampuan.Hal itu ia contohkan dalam berbagai sidang DPR .
Apalagi di zaman sekarang untuk memperoleh ijazah S-1 tidak sulit .Sebab sudah jadi rahasia umum bahwa ijazah dapat dibeli dengan mudah asalkan punya uang.Kita bisa lihat berbagai gelar kesarjanaan sekarang banyak sekali nempel di kalangan pejabat atau para calon peserta pilkada,tetapi gelar kesarjanaan tersebut tidak banyak membantu dalam menghadapi banyak masalah yang dipikul.
Semestinya kalau mau fair ,persyaratan minimal pendidikan S-1 tersebut harusnya berbanding lurus pada masyarakat pemilih .yaitu para pemilih ( popular voter ) dalam pemilu juga minimal berpendidikan S- 1 . Dengan begitu diharapkan perbaikan kualitas pemilih dan yang dipilih.Yang jadi pertanyaan apa pemerintah berani memberlakukannya hal semacam itu?
Kita berharap pemerintah untuk tidak menciptakan sebuah UU yang sifatnya kurang bijaksana.Contoh seperti PP No 37 / 2006 yang berakibat menimbulkan gejolak dan protes .Walaupun akhirnya PP tersebut direvisi tapi perlawanan dari pihak yang merasa dirugikan ( DPRD ) tidak menjadi surut.
Sepertinya pemerintah menciptakan sebuah kasta baru dalam masyarakatnya,terutama dalam kesempatan berpolitik..Masyarakat yang tidak punya pendidikan S-1 merupakan marginalized atau terpinggirkan.Dengan kondisi tersebut masyarakat yang tidak memiliki pendidikan formal seperti S-1,menjadi hilang salah satu haknya yaitu kesempatan untuk dipilih dalam Pemilu.Dengan kata lain mereka sebagai masyarakat yang punya kasta atau kelas yang tidak punya hak untuk dipilih.Kenyataan seperti itu tentu tidak kita inginkan.
Pemerintah sepertinya tidak mempelajarai Sejarah dengan baik dan benar. Bangsa dan negara ini bangkit dari penjajah hingga meraih kemerdekaan bukan karena para pejuangnya berpendidikan S-1 (formal) tapi karena semangat Nasionalisme untuk memperbaiki kehidupan bangsa.Jadi janganlah pendidikan formal seperti yang disyaratkan jadi ukuran yang harus dipenuhi para calon.Tetapi cukup disyaratkan berpendidikan yang baik.Dengan begitu terlihat lebih arif dan bijaksana.Dan pihak yang tidak punya pendidikan formal seperti S-1 tidak menjadi masyarakat atau kelompok yang terpinggirkan dalam dunia politik ditanah air.
Pendidikan memang sangat perlu untuk memperbaiki kemampuan seseorang.Tetapi pendidikan itu tidak harus formal,seperti dengan memiliki S-1,S-2,S-3 dan seterusnya. Sebab banyak orang tidak punya pendidikan formal namun kemampuan lebih dari mereka yang berpendidikan formal .Sebut saja H.Adam Malik beliau tidak punya ijazah SD sekalipun untuk formalnya tapi kita bisa lihat berbagai prestasi beliau baik didalam maupun diluar negeri .Beliau sempat menjabat Menlu dan Wapres .
Adanya sinyalemen persyaratan minimal S-1 untuk sebuah jabatan politik bisa diartikan sebagai salah satu upaya untuk menjegal lawan politik.Kenyataan seperti itu sudah memakan korban Sys.ns misalnya, terlempar dari bursa pencalonan ketua Umum Partrai Demokrat karena persyaratan tersebut,padahal ia punya banyak pendukung .Walaupun ‘menerima” keputusan tersebut namun ia berkementar bahwa gelar kesarjanaan tidak ada hubungannya dengan kemampuan seseorang. Dan di akhir wawancara yang dipandu Rosiana Silalahi ia bercanda ns dibelakang namanya artinya non sarjana dan untuk itu ia berusaha memperbaiki pendidikannya.
Kearifan dan Kebijaksanaan dalam mengeluarkan sebuah UU sangat kita harapkan . Dengan demikian tidak timbul polemik dan perdebatan yang tidak perlu. Sehingga pemerintah tidak terusik dalam bekerja dan bekerja.Kalau terus mengelurkan kebijakan yang tidak populer dimasyarakat kita khawatir akan terjadi blunder bagi Pemerintahan SBY-JK.
Harapan kita tulisan ini dapat jadi masukan bagi pemerintah dalam menjaring aspirasi publik,terutama untuk segera menghapus ketentuan yang mensyaratkan pendidikan formal minimal S-1 bagi para calon tersebut.
WARUNG PILKADA



Oleh :Syahminan/Abau





Kita tahu dan mengenal Warung telekomunikasi,demikian juga warung internet.Begitu juga kita kenal dan tahu warung pojok ,tegal bahkan warung remang-remang.Lalu bagaimana dengan Warung Pilkada?








Meski Pemilhan Kepala Daerah(Pilkada)Kabupaten Tabalong masih cukup lama lagi,tapi suhu politik perlahan merangkak naik dan tidak dapat kita bendung.Diberbagai sudut kota dan desa pamplet,poster dan kalender bergambar kandidat /cabup ramai dibagikan dan dipasang,padahal pilkada masih cukup jauh.Dan mungkin ini Cuma bagian dari sosialisasi kepada masyarakat atau salam perkenalan para kandidat terhadap warga masyarakat Tabalong.

Pembagian dan pemasangan gambar serta kalender para kandidat/cabup tersebut akhirnya sampai juga ditempat umum yang menjadi pertemuan berbagai lapisan warga masyarakat,yaitu “ warung” .Bagi Pemilik warung yang mau dipasangi gambar/poster oleh semua kandidat tanpa memihak disebut sebagai warung pilkada dan bagi yang memasang hanya salah satu kandidat/cabup saja, dan tidak mau yang lain maka ia disebut sebagai warung tim sukses .




Terlepas dari debat diwarung tersebut diatas ,ada beberapa hal yang patut kita ambil pelajaran.

pertama, masyarakat Tabalong sudah cukup dewasa ,cerdas dan kritis menyikapi pemilihan kepala daerah atau pilkada.

Kedua,Masyarakat juga mengetahui dan memahami tentang apa itu politik dan sebatas apa harus berkorban untuk hal itu,dan tidak lupa semangat kekeluargaan,persaudaraan dan ukhuwah islamiyah lebih didahulukan.

Harapan yang tersirat dari debat yang terjadi dimasyarakat diantaranya adalah,tidak terjadi kecurangan ketika terjadi pemungutan dan penghitungan suara.Tidak melakukan kampanye hitam atau Black campaigne,sebab itu bertujuan mengalahkan saingan tanpa kontes yang adil(fair).Dan Semua pihak dapat memelihara suasana yang aman dan kondusif diwilayah Kabupaten Tabalong sehingga masyarakat dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan lancar serta Pembangunan didaerah ini tidak berjalan ditempat atau bahkan mundur.Siapapun yang terpilih harus kita dukung dan bantu dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur di daerah ini


Razia Preman

Masyarakat sedikit bisa bernapas lega dengan Tindakan Polisi yang kini sangat bersemangat dalam menindak Para Preman yang selama ini cukup meresahkan dan menggangu.Dalam Gerakan ini Polisi, ribuan Preman telah di razia dan ditangkap kemudian diberi arahan atau pembinaan agar tidak lagi meresahkan masyarakat .

Dimasa Orde Baru dulu Para Preman di brantas dengan terapi yang sangat luar biasa.Dikatakan luar Biasa karena Tindakan pemberantasannya dianggap melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).Sebab Cara pemberantasannya dengan penembakan Misterius atau yang lebih dikenal dengan Petrus.

Harapan Masyarakat Upaya pemberantasan Preman itu tidak hanya sesaat saja tapi terus berjalan dan juga meberantas Preman berdasi yang lebih Kakap.

Jika Upaya Penegakkan Hukum lemah maka prilaku Premanisme akan tumbuh subur

LASKAR DAN LASKAR PELANGI

Jika laskar artinya tentara,serdadu,hulu balang,warior,army yang diciptakan untuk berperang atau melindungi sebuah negara.kemudian ada juga tentara bayaran atau sewaan.
DiIndonesia ada laskar Jihad,Laskar mujahiddin,laskar Komando Islam dll.Orang-orang sipil bersikap dan bertindak seperti militer.Apakah mereka ini semacam tentara dalam tentara,dan dengan mudahnya menenteng label laskar dalam organisasinya.Entah karena ingin kelihatan gagah atau memang akan ada perang dinegeri ini.

Hanya ada satu laskar sipil yang paling disukai diIndonesia selain TNI tentunya.Laskar tersebut menamakan dirinya laskar pelangi dengan panglima perangnya Andrea hirata.Sebagai bahan bukti dapat terlihat dengan banyaknya para penggemar yang termotivasi untuk terus berjuang demi kebaikan tanpa harus pakai kekerasan.Laskar pelangi sangat mencintai guru,penuh kasih sayang dan selalu bersujud syukur kehadirat Allah SWT.banyak meng ilhami orang untuk hidup terus berjuang walau dengan daya seadanya dan usaha pantang menyerah.

Laskar Pelangi sangat dibutuhkan dibanding di banding laskar yang brutal.sebab membuat orang cemas dan takut .jika harus berbeda pendapat atau berseberangan keyakinan laskar ini akan membuat suasana yang tidak tenang dll.