Ada Apa Dibalik alih Fungsi Lahan dan Hutan Di Kalsel ?
Banjarmasin
Alih fungsi lahan dan hutan di Kalsel jangan sam Lahan pai jadi lahan koruptor dan mafia pertambangan
Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana beberapa waktu lalu pernah menyatakan,bahwa banyaknya izin KP yang diterbitkan oleh kepala daerah mengindikasikan adanya makelar kasus pertambangan di Kalimantan Selatan.Dan pernyataan Denny tersebut tentu menuai Pro dan kontra.
Pernyataan Deny tersebut mungkin ada benarnya,sebab tak mungkin ia asal ngomong tanpa memiliki bukti-bukti yang lengkap atau valid.Dari berbagai kasus disumatera alih fungsi hutan atau lahan bisa menjadi lahan korupsi bagi pejabat atau DPR.Buktinya ada yang ditangkap dan telah diadili.
Sekarang ini marak kembali alih fungsi hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.Sebut saja alih fungsi lahan perkebunan menjadi lahan pertambangan di Kabupaten Tabalong,dan Bupati Pulau Laut, H Sjachrani Mataja(sekarang mantan) sebelum lengser dari jabatannya memberikan izin untuk pertambangan di Kotabaru yang sebelumnya ia cabut .Itu terjadi saat ia mau maju menjadi calon Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan.Namun ketika ia kalah ia kembali mengizinkan pertambangan beroperasi diwilayahnya.
Meski banyak menuai Protes dari berbagai aktivis namun alih fungsi lahan dan hutan didaerah Kalsel ini tetap berjalan.Warga masyarakat Kalsel berharap Satgas Pemeberantasan mafia hukum segera menyelidiki kembali proses bergulirnya izin yang telah dikeluarkan oleh Kepala Daerah atau DPRD.Sebab mereka menduga ada kemungkinan mafia pertambangan ikut bermain.
Ryadie Safitri, dari LSM, Lembaga pengawas Korupsi & Pemantau Pengak Hukum Indonesia(LP2HI) serta dengan Badan Inteligen Anti Korupsi Biak,siap melaporkan berbagai temuan dan laporan warga Kalimantan Selatan sehubungan adanya sinyalemen dan indikasi adanya Mafia Pertambangan kepada Tim Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.
Lebih jauh lagi Ryadie mengatakan, Ia sudah bekerjasama dengan KPK dan kini ia ingin terus berupaya "mengalang" kerjasama dengan semua pihak,termasuk dengan Tim Satgas untuk "Mengganyang"Koruptor dinegeri ini.Baginya Pernyataan Denny Indrayana bukanlah sebuah pepesan kosong, tapi sesuatu yang memberikan masukan dan mengolahnya menjadi sorotan utama yang harus diawasi bersama-sama.Lebih jauh lagi ia mengajak semua pihak bekerjasama memberantas segala bentuk Korupsi dan juga mafia Pertambangan.
Jumat, 24 September 2010
Ledakan Tabung Gas Untuk Kalsel
Banjarmasin.Bulan Ramadhan umat muslim biasanya memasak pada dinihari/subuh untuk menyiapkan santap sahur.Malang nasib H Rijani dan keluarga yang juga sedang meyiapkan santap sahur ,sebab tabung elpiji ukuran 12 kilogram yang seharusnya untuk membakar masakan,justru meledak dan membakar pemilik rumah dan keluarganya.
Akibat dari ledakan tabung gas 12 kilogram ini,rumah H. Rijani banyak mengalami kerusakan dan menyisakan puing-puing yang berserakan.Ledakan tabung gas ini menurut warga mencapai radius dua Kilometer.Korban dalam ledakan ini berjumlah 5 orang yaitu, H Rijani (50), Hj Mahrita (45) dan Khairul Zikri (11), Khairunisa atau Icha (7) dan Siti Nazwa Adinda (5) minggu(29/8/2010).
Kelima korban adalah warga di jalan Pasar Sabtu, Hulu Sungai Tengah/Barabai,Kalimantan Selatan.Dan untuk perawatan yang lebih intensif kelima korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Ulin Banjarmasin.H Rijani (50), Hj Mahrita (45) dan Khairul Zikri (11) ditempatkan diruang ICU lantai tiga RSUD Ulin Banjarmasin,dan Khairunisa atau Icha (7) dan Siti Nazwa Adinda (5) di ruang IGD.
Dari data dan laporan yang HR terima,Ledakan tabung gas 12 Kilogram tersebut diduga kuat akibat telah terjadinya kebocoran .Dugaan itu tabung gas itu bocor telah disampaikan oleh Kapolres HST, AKBP Joko Purwanto.Kapolres juga menyampaikan kepada masyarakat disana untuk lebih berhati dalam menggunakan kompor atau tabung gas.
Menurut warga ,keluarga korban telah mencoba menghubungi pihak Pertamina untuk meminta berbagai keterangan tentang ledakan gas 12 kilogram yang menimpa keluarga H.Rijani. Namun berbgai upaya pihak keluarga ini tidak berhasil.Menurut warga jika ledakan tabung gas 3 kilogram yang bersubsidi saja di santuni pihak Pertamina,masak yang 12 kilogram dilupakan.
Ledakan demi ledakan Tabung gas yang terjadi ditanah air selama ini,membuat Masyarakat Kalimantan Selatan cemas,sebab mereka katanya segera dipaksa beralih dari minyak tanah ke gas."Memang ada usulan dan wacana agar konversi dari minyak tanah ke gas ditunda dulu,sosialisasi harus lebih baik lagi agar kami betul-betul merasa cukup aman dan bukan korban bom tabung gas,"kata warga Kalsel.
Akibat dari ledakan tabung gas 12 kilogram ini,rumah H. Rijani banyak mengalami kerusakan dan menyisakan puing-puing yang berserakan.Ledakan tabung gas ini menurut warga mencapai radius dua Kilometer.Korban dalam ledakan ini berjumlah 5 orang yaitu, H Rijani (50), Hj Mahrita (45) dan Khairul Zikri (11), Khairunisa atau Icha (7) dan Siti Nazwa Adinda (5) minggu(29/8/2010).
Kelima korban adalah warga di jalan Pasar Sabtu, Hulu Sungai Tengah/Barabai,Kalimantan Selatan.Dan untuk perawatan yang lebih intensif kelima korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Ulin Banjarmasin.H Rijani (50), Hj Mahrita (45) dan Khairul Zikri (11) ditempatkan diruang ICU lantai tiga RSUD Ulin Banjarmasin,dan Khairunisa atau Icha (7) dan Siti Nazwa Adinda (5) di ruang IGD.
Dari data dan laporan yang HR terima,Ledakan tabung gas 12 Kilogram tersebut diduga kuat akibat telah terjadinya kebocoran .Dugaan itu tabung gas itu bocor telah disampaikan oleh Kapolres HST, AKBP Joko Purwanto.Kapolres juga menyampaikan kepada masyarakat disana untuk lebih berhati dalam menggunakan kompor atau tabung gas.
Menurut warga ,keluarga korban telah mencoba menghubungi pihak Pertamina untuk meminta berbagai keterangan tentang ledakan gas 12 kilogram yang menimpa keluarga H.Rijani. Namun berbgai upaya pihak keluarga ini tidak berhasil.Menurut warga jika ledakan tabung gas 3 kilogram yang bersubsidi saja di santuni pihak Pertamina,masak yang 12 kilogram dilupakan.
Ledakan demi ledakan Tabung gas yang terjadi ditanah air selama ini,membuat Masyarakat Kalimantan Selatan cemas,sebab mereka katanya segera dipaksa beralih dari minyak tanah ke gas."Memang ada usulan dan wacana agar konversi dari minyak tanah ke gas ditunda dulu,sosialisasi harus lebih baik lagi agar kami betul-betul merasa cukup aman dan bukan korban bom tabung gas,"kata warga Kalsel.
Jalan Empat Jalur DI Tabalong Tidak Layak
Pelebaran dan pembangunan jalan antara Mabuun dan Sulingan sebagai salah satu proyek yang prestisius.Pada awalnya jalan tersembut tentu dimaksudkan untuk kenyamanan transportasi darat atau berlalulintas.Namun apa yang dirasakan masyarakat setelah jalan tesebut rampung malah membuat susah.
Tanjung,
Masyarakat mempertanyakan,apakah layak jalan tersebut untuk dibagi menjadi empat jalur?.Menurut sebagaian besar masyarakat pengguna jalan , pengusaha,pedagang yang ada disepanjang jalan tersebut menjadi terganggu.Kalau ada yang mobil parkir ditepi jalan maka jalan tersebut menjadi sempit dan sangat sulit bagi mobil lain untuk melintasinya.Dan kalau parkir dijalan sebelah luar dilarang dan bisa kena tilang.
Kemudian masyarakat menambahkan,betapa sulitnya mobil untuk bisa berbalik arah,sebab sempitnya jalan dan memaksa sopir maju-mundur dulu.Kondisi tersebut tidak jarang menyebabkan kecelakaan.Hal itu diperparah lagi dengan tidak adanya trotoar untuk para pejalan kaki."apakah itu tidak dipaksakan namanya"tandas mereka.
Belajar pada daerah lain seperti di Banjarmasin,Jalan Ahmad Yani itu besar dan lalulintasnya sangat padat,tetapi jalan itu tidak dibagi menjadi empat jalur.Kita sulit sekali membayangkan akibatnya jika jalan dikota ini dibagi menjadi empat jalur.Tapi yang pasti kemacetan yang parah.
Memang bagus dan indah jalan itu bisa dibagi menjadi empat jalur,apalagi ditengahnya ada taman atau ditanami dengan berbagai bunga dan pohon-pohon hijau.Hal tersebut memang perlu kita apresiasi,tapi jangan melupakan fungsi atau tujuan utama mengapa jalan itu dibuat.
Masyarakat meminta Pemerintah memikirkan kembali tentang layak tidaknya penerapan empat jalur jalan menuju kota Tanjung tersebut,terutama dari Mabuun hingga ke Sulingan.Jalan itu memang agak lebar kata mereka, tapi setelah dipotong dengan tiga pemisah,seperti 1 Boulevard ditengah dan 2 dranaise, akhirnya jalan jadi agak sempit.
Tanjung,
Masyarakat mempertanyakan,apakah layak jalan tersebut untuk dibagi menjadi empat jalur?.Menurut sebagaian besar masyarakat pengguna jalan , pengusaha,pedagang yang ada disepanjang jalan tersebut menjadi terganggu.Kalau ada yang mobil parkir ditepi jalan maka jalan tersebut menjadi sempit dan sangat sulit bagi mobil lain untuk melintasinya.Dan kalau parkir dijalan sebelah luar dilarang dan bisa kena tilang.
Kemudian masyarakat menambahkan,betapa sulitnya mobil untuk bisa berbalik arah,sebab sempitnya jalan dan memaksa sopir maju-mundur dulu.Kondisi tersebut tidak jarang menyebabkan kecelakaan.Hal itu diperparah lagi dengan tidak adanya trotoar untuk para pejalan kaki."apakah itu tidak dipaksakan namanya"tandas mereka.
Belajar pada daerah lain seperti di Banjarmasin,Jalan Ahmad Yani itu besar dan lalulintasnya sangat padat,tetapi jalan itu tidak dibagi menjadi empat jalur.Kita sulit sekali membayangkan akibatnya jika jalan dikota ini dibagi menjadi empat jalur.Tapi yang pasti kemacetan yang parah.
Memang bagus dan indah jalan itu bisa dibagi menjadi empat jalur,apalagi ditengahnya ada taman atau ditanami dengan berbagai bunga dan pohon-pohon hijau.Hal tersebut memang perlu kita apresiasi,tapi jangan melupakan fungsi atau tujuan utama mengapa jalan itu dibuat.
Masyarakat meminta Pemerintah memikirkan kembali tentang layak tidaknya penerapan empat jalur jalan menuju kota Tanjung tersebut,terutama dari Mabuun hingga ke Sulingan.Jalan itu memang agak lebar kata mereka, tapi setelah dipotong dengan tiga pemisah,seperti 1 Boulevard ditengah dan 2 dranaise, akhirnya jalan jadi agak sempit.
KAMPANYE PERDANA DUA SALEH
Senin,17 Mei 2010,Kampanye Terbuka hari Pertama Pasangan Dua Saleh dengan nomor urut Dua mengusung tema Baiman ,Bauntung,Batuah dihadiri ribuan massa pendukungnya telah berjalan Lancar dan sukses!
Martapura.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar 2010-2015, Ir.H.Gusti Khairul Saleh,MM dan Drs.H.A.Fauzan Saleh,M.ag atau Pasangan Dua Saleh menggelar Kampanye terbuka perdana diLapangan Pasir Putih Sungai Tabuk,kecamatan Sungai Tabuk.Meskipun terik Matahari menyengat ribuan massa pendukung Dua Saleh tetap membanjiri lapangan.Yel-yel dan teriakan dari juru Kampanye(Jurkam) "Satu Saleh" disambut massa dengan teriakan "Lanjutkan".Kemudian Yel-yel "Dua Shaleh" disambut dengan teriakan "menangkan".Keaadaan ini menambah meriah jalannya kampanye terbuka tersebut.
Sementara itu Calon Bupati Banjar dalam orasinya menyampaikan beberapa keberhasilan dan pencapaian yang telah ia buat selama ia menjabat sebagai Bupati Banjar.Diantaranya ia menyatakan telah meningkatkan Pendapan Asli Daerah(PAD) hingga 800 milyar Pertahun,jauh melampaui para pendahulunya.Kemudian ia juga memajukan pendidikan melalui pendidkan gratis 12 tahun,peningkatan kesejahteraan Guru,peningkatan infrastruktur jalan,sarana ibadah,pelayanan Kesehatan gratis dan pelayanan publik yang mudah dan cepat. Pasangan 2 Saleh ini juga tidak melupakan tentang betapa penting suasana yang Islami dan religius di Kabupaten Banjar tetap terpelihara.
Meriah dan suksesnya Kampanye hari pertama atau perdana pasangan Dua Saleh,tidak terlepas dari kerja keras dari Tim sukses . Itu terlihat dengan banyaknya massa pendukung yang hadir serta lancarnya acara tersebut. Massa yang Banyak hadir itu ,menurut pantauan FN diantaranya ada yang datang dari tempat-tempat yang cukup jauh.Ada yang berasal dari Kecamatan Kertak Hanyar,Gambut dan pelosok-pelosok desa di Kecamatan Sungai Tabuk.Massa pendukung Dua Saleh sangat yakin dan optimis jika calon yang mereka usung dan dukung akan memenangkan Pemilu Kada.
Keuntungan Dua Saleh
selain kerja keras Tim sukses, pasangan Dua Saleh mendapatkan Dua Keuntungan.Pertama keuntungan langsung, yaitu karena popularitasnya sebagai Incumbent . Kedua ,karena keuntungan tidak langsung yang diperoleh dari aktivitasnya sebagai kepala daerah. Misalnya,kunjungan kerja ke berbagai daerah , mengunjungi rumah masyarakat hingga meresmikan proyek pembangunan,aktivitas ini merupakan nilai tambah mereka dalam mendulang perolehan suara.
Pada Akhir Kampanyenya Pasangan "Dua Saleh" Umara dan Ulama ini, mengingatkan kepada para pendukungnya untuk melaksanakan hak politiknya pada tanggal 2 Juni nanti dengan mencoblos Nomor urut Dua,yaitu Pasangan Dua Saleh.
Martapura.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar 2010-2015, Ir.H.Gusti Khairul Saleh,MM dan Drs.H.A.Fauzan Saleh,M.ag atau Pasangan Dua Saleh menggelar Kampanye terbuka perdana diLapangan Pasir Putih Sungai Tabuk,kecamatan Sungai Tabuk.Meskipun terik Matahari menyengat ribuan massa pendukung Dua Saleh tetap membanjiri lapangan.Yel-yel dan teriakan dari juru Kampanye(Jurkam) "Satu Saleh" disambut massa dengan teriakan "Lanjutkan".Kemudian Yel-yel "Dua Shaleh" disambut dengan teriakan "menangkan".Keaadaan ini menambah meriah jalannya kampanye terbuka tersebut.
Sementara itu Calon Bupati Banjar dalam orasinya menyampaikan beberapa keberhasilan dan pencapaian yang telah ia buat selama ia menjabat sebagai Bupati Banjar.Diantaranya ia menyatakan telah meningkatkan Pendapan Asli Daerah(PAD) hingga 800 milyar Pertahun,jauh melampaui para pendahulunya.Kemudian ia juga memajukan pendidikan melalui pendidkan gratis 12 tahun,peningkatan kesejahteraan Guru,peningkatan infrastruktur jalan,sarana ibadah,pelayanan Kesehatan gratis dan pelayanan publik yang mudah dan cepat. Pasangan 2 Saleh ini juga tidak melupakan tentang betapa penting suasana yang Islami dan religius di Kabupaten Banjar tetap terpelihara.
Meriah dan suksesnya Kampanye hari pertama atau perdana pasangan Dua Saleh,tidak terlepas dari kerja keras dari Tim sukses . Itu terlihat dengan banyaknya massa pendukung yang hadir serta lancarnya acara tersebut. Massa yang Banyak hadir itu ,menurut pantauan FN diantaranya ada yang datang dari tempat-tempat yang cukup jauh.Ada yang berasal dari Kecamatan Kertak Hanyar,Gambut dan pelosok-pelosok desa di Kecamatan Sungai Tabuk.Massa pendukung Dua Saleh sangat yakin dan optimis jika calon yang mereka usung dan dukung akan memenangkan Pemilu Kada.
Keuntungan Dua Saleh
selain kerja keras Tim sukses, pasangan Dua Saleh mendapatkan Dua Keuntungan.Pertama keuntungan langsung, yaitu karena popularitasnya sebagai Incumbent . Kedua ,karena keuntungan tidak langsung yang diperoleh dari aktivitasnya sebagai kepala daerah. Misalnya,kunjungan kerja ke berbagai daerah , mengunjungi rumah masyarakat hingga meresmikan proyek pembangunan,aktivitas ini merupakan nilai tambah mereka dalam mendulang perolehan suara.
Pada Akhir Kampanyenya Pasangan "Dua Saleh" Umara dan Ulama ini, mengingatkan kepada para pendukungnya untuk melaksanakan hak politiknya pada tanggal 2 Juni nanti dengan mencoblos Nomor urut Dua,yaitu Pasangan Dua Saleh.
EKPLORASI GAS METAN DI KABUPATEN BANJAR MASIH ADA MASALAH
Ditemukan Lokasi yang diduga banyak mengandung gas metan dilahan persawahan
masyarakat desa Sungai Tabuk,Kabupaten Banjar.
Martapura,Kalsel
Menurut sebagian warga desa Sungai Tabuk Keramat dan desa Pemakuan,Kecamatan Sungai Tabuk,kabupaten Banjar yang tidak mau menyebutkan namanya,bahwa rencana akan dieksplorasi atau pengeboran gas metan diwilayah ini masih menyisakan masalah di masyarakat.Dan setelah ada riak-riak itu timbul dimasyarakat,barulah pihak BP Migas yang diwakuili oleh PT. Barito Basin Gas yang jadi kontraktor melakukakn sosialisasi dengan tokoh masyarakat dan anggota Muspika Kecamatan Sungai tabuk.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan banyak hal yang menyangkut berbagai masalah tekhnis dan keamanan dalam pengelolaan lingkungan oleh pihak PT.Barito Basin Gas yang disampaikan oleh Wisman , Public Representative (PR) dari perusahaan ini.Rencananya lokasi eksplorasi pengeboran gas metan ini akan jadi pilot project bagi eksplorasi lainnya,seperti di daerah Barambai, Batola dan Tapin .Dalam acara ini, warga menyampaikan juga kekhawatiran mereka akan dampak dari eklpolorasi pencarian gas metan ini.Mereka mengkhawatirkannya,kalau-kalau sampai terjadi seperti di Porong Sidoarjo,yakni lumpur Lapindo yang menenggelamkan wilayah tersebut(jumat,9/7/2010)
Menurut warga,mereka bisa memahami penjelasan dari pihak PT.Barito Basin Gas,tetapi itu tidak menyelesaikan substansi masalah sebenarnya.Menurut mereka, bagaimana bisa proyek pengeboran gas metan ini tiba-tiba dapat izin, tanpa ada diketahui oleh tokoh masyarakat dari ketua RT hingga Kepala Desa ?Ketika ada masalah dengan warga sekitar dan mengadu kepada ketua RT atau Kepala Desa,tentu mereka jadi bingung.Dan yang dikhawatirkan adalah tuduhan miring dan negatif terhadap mereka ini,sebab dinilai tidak cermat atau tuduhan lainnya,maklum mereka ini langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Rakhmat Dhany,Camat Sungai Tabuk ketika dimintai keterangan sehubungan dengan akan dilakukan ekplorasi Pengeboran gas metan diwilayahnya menyatakan,bahwa tidak ada masalah selama selama perusahaan tersebut melakukannya dengan baik dan benar.Misalnya,ia meminta izin dengan masyarakat dan Pemerintah setempat,sehingga tidak menggangu situasi masyarakat yang sangat kondusif diwilayahnya.
Kemudian HR juga meminta konfirmasi kepada Kapolsek Sungai Tabuk Iptu Riswiadi via telepon,dan menanyakan apakah ada permintaan keamanan untuk ekplorasi gas metan diwilayah hukumnya? Iptu Riswiadi menjelaskan ,bahwa Polisi diminta atau tidak, tetap berupaya memberikan pengamanan kepada semua pihak, apalagi hal itu diminta melalui jalur resmi.
Dari pengamatan ,perlu sekali Renegosiasi dengan warga sekitar lokasi dan tokoh masyarakatnya agar semua berjalan lebih lancar.Menurut warga, mestinya izin itu jangan hanya sampai pada pejabat yang diatas saja,tapi hingga sampai masyarakat yang berada paling bawah.Dengan begitu semuanya jadi terang benderang alis transparan dan tidak akan timbul masalah dan kecurigaan-kecurigaan.
Masyarakat Sungai Tabuk Resah akan Dampak Lingkungan dan dampak sosial dari eksplorasi ini.Keresahan itu dipicu kurangnya sosialisasi terhadap mereka.Masalah lainnya adalah dampak sosial yang sekarang dirasakan oleh masyarakat Sungai Tabuk Keramat,sebab tidak sedikit warga yang menduga bahwa Kepala desa(pambakal)mereka menjadi calo tenaga kerja.Dugaan warga memang cukup beralasan,sebab warga yang akan bekerja dilokasi tambang gas metan ini harus melalui Kepala Desa,dan akibatnya mayoritas yang dipekerjakan adalah kelurganya atau kroninya.
Kecemburuan Sosialnya akibat ulah Kepala Desa ini semakin bertiup kencang dan membuat makin tidak sukanya warga terhadap eksplorasi gas metan.Menurut warga,keberadaan Ekplorasi Gas Metan diwilayah ini tidak ada keuntungannya bagi mereka dan keuntungan itu hanya didapat oleh Kepala desa dan Kroninya.
Dari berbagai data yang berhasil didapat kemarahan masyarakat terhadap Kepala Desa ini akan berimplikasi pada perusahaan pelaksana proyek eksplorasi.Aksi Demo dan Unjuk Rasa dari masyarakat kemungkinan akan segera meletus setiap saat.
masyarakat desa Sungai Tabuk,Kabupaten Banjar.
Martapura,Kalsel
Menurut sebagian warga desa Sungai Tabuk Keramat dan desa Pemakuan,Kecamatan Sungai Tabuk,kabupaten Banjar yang tidak mau menyebutkan namanya,bahwa rencana akan dieksplorasi atau pengeboran gas metan diwilayah ini masih menyisakan masalah di masyarakat.Dan setelah ada riak-riak itu timbul dimasyarakat,barulah pihak BP Migas yang diwakuili oleh PT. Barito Basin Gas yang jadi kontraktor melakukakn sosialisasi dengan tokoh masyarakat dan anggota Muspika Kecamatan Sungai tabuk.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan banyak hal yang menyangkut berbagai masalah tekhnis dan keamanan dalam pengelolaan lingkungan oleh pihak PT.Barito Basin Gas yang disampaikan oleh Wisman , Public Representative (PR) dari perusahaan ini.Rencananya lokasi eksplorasi pengeboran gas metan ini akan jadi pilot project bagi eksplorasi lainnya,seperti di daerah Barambai, Batola dan Tapin .Dalam acara ini, warga menyampaikan juga kekhawatiran mereka akan dampak dari eklpolorasi pencarian gas metan ini.Mereka mengkhawatirkannya,kalau-kalau sampai terjadi seperti di Porong Sidoarjo,yakni lumpur Lapindo yang menenggelamkan wilayah tersebut(jumat,9/7/2010)
Menurut warga,mereka bisa memahami penjelasan dari pihak PT.Barito Basin Gas,tetapi itu tidak menyelesaikan substansi masalah sebenarnya.Menurut mereka, bagaimana bisa proyek pengeboran gas metan ini tiba-tiba dapat izin, tanpa ada diketahui oleh tokoh masyarakat dari ketua RT hingga Kepala Desa ?Ketika ada masalah dengan warga sekitar dan mengadu kepada ketua RT atau Kepala Desa,tentu mereka jadi bingung.Dan yang dikhawatirkan adalah tuduhan miring dan negatif terhadap mereka ini,sebab dinilai tidak cermat atau tuduhan lainnya,maklum mereka ini langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Rakhmat Dhany,Camat Sungai Tabuk ketika dimintai keterangan sehubungan dengan akan dilakukan ekplorasi Pengeboran gas metan diwilayahnya menyatakan,bahwa tidak ada masalah selama selama perusahaan tersebut melakukannya dengan baik dan benar.Misalnya,ia meminta izin dengan masyarakat dan Pemerintah setempat,sehingga tidak menggangu situasi masyarakat yang sangat kondusif diwilayahnya.
Kemudian HR juga meminta konfirmasi kepada Kapolsek Sungai Tabuk Iptu Riswiadi via telepon,dan menanyakan apakah ada permintaan keamanan untuk ekplorasi gas metan diwilayah hukumnya? Iptu Riswiadi menjelaskan ,bahwa Polisi diminta atau tidak, tetap berupaya memberikan pengamanan kepada semua pihak, apalagi hal itu diminta melalui jalur resmi.
Dari pengamatan ,perlu sekali Renegosiasi dengan warga sekitar lokasi dan tokoh masyarakatnya agar semua berjalan lebih lancar.Menurut warga, mestinya izin itu jangan hanya sampai pada pejabat yang diatas saja,tapi hingga sampai masyarakat yang berada paling bawah.Dengan begitu semuanya jadi terang benderang alis transparan dan tidak akan timbul masalah dan kecurigaan-kecurigaan.
Masyarakat Sungai Tabuk Resah akan Dampak Lingkungan dan dampak sosial dari eksplorasi ini.Keresahan itu dipicu kurangnya sosialisasi terhadap mereka.Masalah lainnya adalah dampak sosial yang sekarang dirasakan oleh masyarakat Sungai Tabuk Keramat,sebab tidak sedikit warga yang menduga bahwa Kepala desa(pambakal)mereka menjadi calo tenaga kerja.Dugaan warga memang cukup beralasan,sebab warga yang akan bekerja dilokasi tambang gas metan ini harus melalui Kepala Desa,dan akibatnya mayoritas yang dipekerjakan adalah kelurganya atau kroninya.
Kecemburuan Sosialnya akibat ulah Kepala Desa ini semakin bertiup kencang dan membuat makin tidak sukanya warga terhadap eksplorasi gas metan.Menurut warga,keberadaan Ekplorasi Gas Metan diwilayah ini tidak ada keuntungannya bagi mereka dan keuntungan itu hanya didapat oleh Kepala desa dan Kroninya.
Dari berbagai data yang berhasil didapat kemarahan masyarakat terhadap Kepala Desa ini akan berimplikasi pada perusahaan pelaksana proyek eksplorasi.Aksi Demo dan Unjuk Rasa dari masyarakat kemungkinan akan segera meletus setiap saat.
PASOKAN BBM UNTUK KALSEL TERGANGGU LAGI
Banjarmasin,7 Juli 2010)
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis premium dan solar selalu terulang kembali di Kalimantan Selatan. Dalam tiga bulan terakhir,Mei,Juni, dan Juli 2010 ini pasokan BBM dari Pertamina kurang lancar ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Sekarang ini saja diberbagai daerah kabupaten dan kotamadya di Provinsi Kalimantan Selatan, sering kehabisan stok persediaan premiun dan solar. Akibatnya antrean panjang hingga mencapai ratusan meter terjadi pada SPBU yang masih ada stoknya.
Akibat dari kelangkaan BBM jenis premium ini,masyarakat pengguna bahan bakar ini banyak yang jadi panik dan berebut membelinya di SPBU.Hal ini Kemudian diduga dimanfaatkan oleh para spekulan yang ingin meraih untung dari suasana tersebut. Harga bensin ditingkat pengecer yang ada disekitar kota Banjarmasin harganya melompat naik dari Rp. 5000 hingga Rp.6000.Menurut para pengecer, mereka terpaksa menaikkan harga bensin ,karena sulit untuk mendapatkannya.Selain harus antrean panjang dan lama,terkadang pihak SPBU tidak melayani pembeli dengan menggunakan jerigen,dan kalaupun melayani pembelian,harganya diatas Rp.4500 per liternya.
Purwantoro Setiabudi,Kepala depo atau Operation Head Pertamina Banjarmasin ketika ditemui wartawan Harian Rakyat, menjelaskan bahwa sebetulnya pasokan BBM jenis Premium sebetulnya cukup untuk Kalsel,hanya saja saat ini dikurangi untuk mengantisipasi terlambatnya kapal tanker pengangkut BBM ini tiba di Depo pertamina ,Banjarmasin.Ia menyatakan kelangkaan yang terjadi akibat masyarakat panik dan membeli premium tidak sesuai dengan kebutuhan atau berlebihan(rush).
Keterlambatan pasokan yang terjadi bukan akibat disengaja atau kelalaian manajemen Pertamina,tapi karena faktor alam,seperti tingginya gelombang laut yang mengakibatkan kapal tanker yang menggangkut BBM tidak dapat berlayar dengan cepat, atau tanker kandas akibat sungai yang dangkal,tandas Purwantoro Setiabudi.Menurutnya,kelangkaan akan cepat diatasi bila kapal tanker pengangkut BBM sudah bongkar dan mereka segera memasok ke SPBU-SPBU.
Pihak Pertamina silakan saja berdalih macam-macam,tapi kenyataan ini harus segera menjadi pusat perhatian untuk diperbaiki.Bila ini terus menerus terjadi,akan sangat mempengaruhi kehidupan sosial,politik dan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.Kenyataan dilapangan,pasokan BBM dari Pertamina Banjarmasin tetap saja tidak cukup alias selalu kurang.Hal itu terlihat jelas dengan banyaknya SPBU yang tutup lebih cepat, akibat kehabisan stok bensin atau solar.
Sementara itu,naiknya harga Premium ditingkat pengecer terkait erat dengan naiknya harga beli premium mereka.Sebelumnya waktu tidak ada gangguan pasokan dari Pertamina,harga Premium yang mereka beli dengan jerigen adalah Rp.4600 per liter dan pengecer menjualnya Rp.5000 per liter.Tapi sekarang dibeberapa SPBU didaerah ini ada karyawan yang jadi operator pengisian menaikkan harganya.Hal demikian banyak dikeluhkan penjual eceran dan memaksa mereka menjualnya hingga Rp.5500 per liter.Kenyataan tersebut dihimpun wartawan Harapan Rakyat dari keterangan para pedagang eceran dibeberapa titik di kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak(BBM) jenis premium dan solar selalu terulang kembali di Kalimantan Selatan. Dalam tiga bulan terakhir,Mei,Juni, dan Juli 2010 ini pasokan BBM dari Pertamina kurang lancar ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Sekarang ini saja diberbagai daerah kabupaten dan kotamadya di Provinsi Kalimantan Selatan, sering kehabisan stok persediaan premiun dan solar. Akibatnya antrean panjang hingga mencapai ratusan meter terjadi pada SPBU yang masih ada stoknya.
Akibat dari kelangkaan BBM jenis premium ini,masyarakat pengguna bahan bakar ini banyak yang jadi panik dan berebut membelinya di SPBU.Hal ini Kemudian diduga dimanfaatkan oleh para spekulan yang ingin meraih untung dari suasana tersebut. Harga bensin ditingkat pengecer yang ada disekitar kota Banjarmasin harganya melompat naik dari Rp. 5000 hingga Rp.6000.Menurut para pengecer, mereka terpaksa menaikkan harga bensin ,karena sulit untuk mendapatkannya.Selain harus antrean panjang dan lama,terkadang pihak SPBU tidak melayani pembeli dengan menggunakan jerigen,dan kalaupun melayani pembelian,harganya diatas Rp.4500 per liternya.
Purwantoro Setiabudi,Kepala depo atau Operation Head Pertamina Banjarmasin ketika ditemui wartawan Harian Rakyat, menjelaskan bahwa sebetulnya pasokan BBM jenis Premium sebetulnya cukup untuk Kalsel,hanya saja saat ini dikurangi untuk mengantisipasi terlambatnya kapal tanker pengangkut BBM ini tiba di Depo pertamina ,Banjarmasin.Ia menyatakan kelangkaan yang terjadi akibat masyarakat panik dan membeli premium tidak sesuai dengan kebutuhan atau berlebihan(rush).
Keterlambatan pasokan yang terjadi bukan akibat disengaja atau kelalaian manajemen Pertamina,tapi karena faktor alam,seperti tingginya gelombang laut yang mengakibatkan kapal tanker yang menggangkut BBM tidak dapat berlayar dengan cepat, atau tanker kandas akibat sungai yang dangkal,tandas Purwantoro Setiabudi.Menurutnya,kelangkaan akan cepat diatasi bila kapal tanker pengangkut BBM sudah bongkar dan mereka segera memasok ke SPBU-SPBU.
Pihak Pertamina silakan saja berdalih macam-macam,tapi kenyataan ini harus segera menjadi pusat perhatian untuk diperbaiki.Bila ini terus menerus terjadi,akan sangat mempengaruhi kehidupan sosial,politik dan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.Kenyataan dilapangan,pasokan BBM dari Pertamina Banjarmasin tetap saja tidak cukup alias selalu kurang.Hal itu terlihat jelas dengan banyaknya SPBU yang tutup lebih cepat, akibat kehabisan stok bensin atau solar.
Sementara itu,naiknya harga Premium ditingkat pengecer terkait erat dengan naiknya harga beli premium mereka.Sebelumnya waktu tidak ada gangguan pasokan dari Pertamina,harga Premium yang mereka beli dengan jerigen adalah Rp.4600 per liter dan pengecer menjualnya Rp.5000 per liter.Tapi sekarang dibeberapa SPBU didaerah ini ada karyawan yang jadi operator pengisian menaikkan harganya.Hal demikian banyak dikeluhkan penjual eceran dan memaksa mereka menjualnya hingga Rp.5500 per liter.Kenyataan tersebut dihimpun wartawan Harapan Rakyat dari keterangan para pedagang eceran dibeberapa titik di kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Keputusan MK dan Teladan tidak Taat Hukum
Keputusan MK yang menyatakan Hendarman Supanji tidak sah lagi sebagai jaksa agung sejak amar putusan diketok palunya sepertinya tdk diterima oleh Pemerintah.
Dan pihgak pemerintah melalui Menseskneg Sudi Silalahi masih menyatakan Jaksa Agung Hendarman Supanji masih sah.Denny Indrayana,staf khusus presiden,Menkumham Patrialis Akbar,Jamwas Marwan Effendi juga menyatakan Hendarman supanji masih Sah.
Rakyat Indonesia mengetashui jika Keputusan Mahkamah Konstitusi itu secara hukum sah dan mengikat.Tetapi mengapa pemerintah melalui para pembantunya tidak mau menerima keputusan huykum tersebut?Karena Gengsi atau malu ketahuan tidak bisa mengelola negara dengan baik dan benar?
Sejak dikemukakan Yusrtil Ihza Mahendra bahwa Jaksa Agung Hendarman Supanji Ilegal masyarakat indonesia tersadar bahwa pentingnya ilmu tata kelola negara.Presiden sebetulnya banyak punya ahli hukum dan tata negara,lalu mengapa sampai ada pelanggaran seperti yang terjadi?Apakah mereka tersebut tidak kompeten atau apa?
Supremasi Hukum atau penegakan Hukum yang digembar-gemborkan selama ini hanya berlaku bagi yang kecil saja? JIka Pem,erintah tidak segera melakukan keputusan Mk,maka segala keputusan MK selama ini spt sengketa pemilu Kada /kepala daerah tidak perlu kita laksanakan spt yg dilakukan pemerintah?
Pemerintah sebaiknya mentaati keputusan MK agar rakyat punya teladan yang baik,tapi jika pemerintah memberikan teladan yang tidak baik akan rusak dan hancur negara ini!
Dan pihgak pemerintah melalui Menseskneg Sudi Silalahi masih menyatakan Jaksa Agung Hendarman Supanji masih sah.Denny Indrayana,staf khusus presiden,Menkumham Patrialis Akbar,Jamwas Marwan Effendi juga menyatakan Hendarman supanji masih Sah.
Rakyat Indonesia mengetashui jika Keputusan Mahkamah Konstitusi itu secara hukum sah dan mengikat.Tetapi mengapa pemerintah melalui para pembantunya tidak mau menerima keputusan huykum tersebut?Karena Gengsi atau malu ketahuan tidak bisa mengelola negara dengan baik dan benar?
Sejak dikemukakan Yusrtil Ihza Mahendra bahwa Jaksa Agung Hendarman Supanji Ilegal masyarakat indonesia tersadar bahwa pentingnya ilmu tata kelola negara.Presiden sebetulnya banyak punya ahli hukum dan tata negara,lalu mengapa sampai ada pelanggaran seperti yang terjadi?Apakah mereka tersebut tidak kompeten atau apa?
Supremasi Hukum atau penegakan Hukum yang digembar-gemborkan selama ini hanya berlaku bagi yang kecil saja? JIka Pem,erintah tidak segera melakukan keputusan Mk,maka segala keputusan MK selama ini spt sengketa pemilu Kada /kepala daerah tidak perlu kita laksanakan spt yg dilakukan pemerintah?
Pemerintah sebaiknya mentaati keputusan MK agar rakyat punya teladan yang baik,tapi jika pemerintah memberikan teladan yang tidak baik akan rusak dan hancur negara ini!
Langganan:
Postingan (Atom)
